Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Miris, Dua Kampung di Kanaan Puluhan Tahun Tanpa Listrik

PERWAKILAN warga Kampung Rama dan Kampung Timur, RT 1 Kanaan, Bontang Barat datang ke DPRD Bontang, Senin (14/1/2019). Sulitnya mengajukan permohonan pemasangan sambungan listrik membuat mereka mengadukan permasalahan tersebut ke dewan. Lantaran, sudah puluhan tahun lamanya kampung mereka tak tersentuh penerangan secara legal dari PLN.

Berita terkait: Salah Tafsir Bikin Dua Kampung Tak Tersambung Listrik

Berita terkait: PLN Tunggu Rekomendasi Lurah, Bakal Survei Dua Kampung

Sebagaimana diungkapkan Bambang Bayu, salah seorang warga Kampung Rama yang sudah menetap di wilayah tersebut sejak 1991. Kata dia, sejak itu pula belum pernah ada sambungan ke kampung mereka yang berada di Jalan Soekarno Hatta. “Kalau mertua saya sudah mendiami kampung itu sejak 1980,” cerita Bayu.

Karenanya, ketika akses jalan mulai melewati kawasan tersebut, Bayu dan warga lainnya mengajukan pemasangan jaringan listrik ke PLN. Namun permohonan tersebut ditolak lantaran Kampung Rama diduga berada dalam kawasan konflik.

“Padahal kawasan kami itu tidak dalam kasus sengketa. Kalau konflik mungkin kami sudah lama terusir. Tapi kalau di daerah atas yang menuju Sekambing (Bontang Lestari, Red.) itu yang termasuk konflik,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Risa Yuliana, warga Kampung Rama yang menetap sejak 2000. Risa mengklaim telah mengajukan permohonan pemasangan sambungan ke PLN sejak 2010. Namun selalu ditolak dengan alasan adanya surat edaran dari Pemkot Bontang terkait status lahan tersebut yang dianggap berpotensi konflik.

Sehingga keluarga Risa mesti menyambung listrik pada meter listrik milik tetangga yang lokasinya cukup jauh untuk mendapatkan penerangan. “Mau tidak mau kami ambil risiko menarik kabel ke dalam (kampung). Jaraknya satu kilometer, dipakai untuk tiga rumah,” urai Risa yang mengaku terpaksa menyambung listrik lantaran anak-anaknya sudah memasuki usia sekolah.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button