Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
BontangBreaking News

Lahan Belakang Rudal Terbakar, Dandim Sampai Turun Tangan

KEBAKARAN lahan kembali terjadi, Jumat (18/1/2019) malam. Kali ini di belakang asrama Denarhanud Rudal 002/BTG, di kawasan HOP VII, RT 9 Gunung Elai, Bontang Utara. Dari informasi yang dihimpun, api diperkirakan muncul pertama kali sekira pukul 18.30 Wita. Kemudian meluas membakar area sekira 1 hektare.

Sebanyak tiga armada petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang diterjunkan untuk mengatasi kebakaran ini. Namun akses menuju lahan kebun yang hanya berupa jalanan setapak membuat mobil pemadam kebakaran tak dapat masuk.

Sehingga, sekira 35 personel pemadam terpaksa berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor untuk mencapai lokasi kebakaran. Yang jaraknya sekira 1 kilometer dari permukiman penduduk. Petugas pun sempat kesulitan memadamkan api lantaran ketiadaan sumber air.

“Sehingga kami melakukan pemadaman secara manual. Tidak ada sumur, tapi ada penampungan air di atas yang kami gunakan. Seandainya ada sumur, bisa kami pompa untuk memadamkan api,” terang Ahmad Rivani selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasional Disdamkartan Bontang kepada awak media.

Disdamkartan tak sendirian. Turut dibantu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang dan Kodim 0908/BTG serta Denarhanud Rudal 002/BTG. Bahkan Dandim 0908/BTG, Letkol Arm Eko Pristiono turun tangan langsung demi memadamkan api agar tidak menyebar.

Kepada awak media, Eko memperkirakan kebakaran lahan ini lantaran ulah pihak tak bertanggung jawab. Kemungkinan, ada pihak yang ketika berkebun meninggalkan titik api, misalnya membakar sampah atau membakar ranting kering. Lantas menyebabkan kebakaran lantaran angin bertiup kencang.

“Mau tidak mau kami bersama teman-teman dari Denarhanud Rudal turun dengan beberapa masyarakat. Sehingga dengan cepat kami atasi walaupun ini masih kami waspadai ini (kembali terbakar). Kami tidak mau membiarkan (apinya) kemudian merembet, akhirnya berdampak besar,” terang Eko.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Check Also

Close
Back to top button