Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Nasional

Ba’asyir Batal Bebas, Ponpes Ngruki Merasa Di-PHP

SUKOHARJO – Pembatalan pembebasan Abu Bakar Ba’asyir mendapat reaksi dari keluarga dan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Mereka kecewa berat atas sikap pemerintah yang membatalkan pembebasan terpidana kasus terorisme itu dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

’’Jika ditakdirkan kembali ke pangkuan keluarga, itu yang kami harapkan. Namun, kalau takdir sebaliknya, kami menerima. Harapan besar kami, Allah membukakan hati para pejabat pemerintahan untuk mempermudah kepulangan Ustad Abu Bakar Ba’asyir,’’ kata salah seorang putra Ba’asyir, Abdul Rosyid, didampingi para pengurus ponpes dalam jumpa pers di kompleks Ponpes Al Mukmin Ngruki kemarin (23/1).

Rosyid beserta pengurus ponpes memang bersiap menyambut kedatangan Ba’asyir dari Lapas Gunung Sindur. Rosyid berangkat bersama keluarga dari rumahnya di kawasan Magetan, Jawa Timur. Dia bahkan harus meninggalkan aktivitas di sana demi menyambut ayahnya. Namun, pada saat hari yang ditentukan, ternyata kepulangannya malah ditunda.

Ketika mendapat kabar bahwa ayahnya akan bebas, dia bahagia. Namun, saat jadwal kepulangan kemarin, ternyata semua itu belum terwujud. Sebagaimana diungkapkan Presiden Jokowi pada Selasa (22/1), pembebasan Ba’asyir dikaji lagi karena belum tanda tangan kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI. ’’Kami hanya bisa mendoakan pihak yang mempersulit dan menghambat pembebasan ayah kami mendapatkan petunjuk atau hidayah,’’ ujarnya kalem.

Sampai kemarin, pihak keluarga yang diwakili anak Ba’asyir lainnya, Abdurrahim Ba’asyir, bersama kuasa hukum dari Tim Pengacara Muslim (TPM) terus mengupayakan pembebasan Ba’asyir dari Lapas Gunung Sindur. Mereka terus meng-update informasi kepada keluarga dan pengurus ponpes.

Sikap yang sama diungkapkan Direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki Ibnu Chanifah. Dia bersama jajaran pengurus ponpes kecewa atas pembatalan pembebasan Ba’asyir. Mereka meminta pemerintah tidak asal memberikan statemen bila hal tersebut belum jelas. Sebab, kasus seperti itu sudah beberapa kali terjadi. ’’Saya sudah kabarkan kepada 1.500 santri terkait kepulangan Ustad Abu Bakar Ba’asyir. Semuanya bahagia dengan kabar tersebut. Namun, dengan penundaan ini, mereka pasti kecewa,’’ ujar Ibnu.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button