Kasus Match Fixing, Setelah Laporan Keuangan, CCTV PT Liga Indonesia Coba Dihapus

JAKARTA— Dugaan upaya menghalangi penyelidikan dan penyidikan kasus match fixing makin parah. Setelah adanya dugaan pengrusakan barang bukti berupa laporan keuangan, kini diduga ada upaya untuk menghapus rekaman closed circuit television (CCTV) di kantor PT Liga Indonesia (PT LI).

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Syahardiantono menuturkan bahwa upaya untuk menghapus rekaman CCTV itu diketahui penyidik beberapa waktu lalu. Upaya penghapusan CCTV itu kemungkinan terjadi saat kantor PT LI disegel. ”Sebelum digeledah,” tuturnya.

Waktu kantor itu disegel, kemungkinan sejumlah orang berada di dalam kantor tersebut dan melakukan dugaan pidana itu. ”Dugaan penghancuran laporan keuangan dan penghapusan CCTV itu kemungkinan merupakan rencana yang berkaitan,” jelasnya.

Namun, Polri perlu untuk mendalami benarkah yang dirusak itu barang bukti atau tidak. Memang terdapat tiga saksi yang memberikan keterangan yang sama, bahwa laporan keuangan dan CCTV dirusak. ”Tapi, ini baru keterangan saksi, belum tentu benar dan perlu dikroscek dengan dengan lainnya,” paparnya.

Dugaan perusakan barang bukti itu membuat penyidik berupaya mempercepat penyelesaian berkas. Dia menjelaskan, penyidik memang fokus mempercepat penyelesaian empat berkas kasus. Kemungkinan dalam satu atau dua hari berkas bisa diselesaikan dan diharapkan bisa P 21 atau dinyatakan lengkap oleh jaksa. ”Secepatnya, mungkin besok atau lusa,” tuturnya. (idr/jpg)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept