Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Kaltim

Harga BBM Nonsubsidi Disesuaikan, Pertamax Turbo Turun Paling Tinggi

BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 10 Februari. Kebijakan ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Di Kaltim, penurunan harganya berada di rentang Rp 50-800 per liter.

Dewan Pertimbangan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Balikpapan Afiuddin Zainal Abidin mengatakan, turunnya harga minyak dunia menjadi alasan Pertamina menurunkan harga BBM.

“Terhitung sudah dua kali tahun ini harga BBM turun. Faktor kondisi global yang tidak ada kepastian, membuat harga minyak dunia terus tergerus. Kemungkinan, tren ini masih akan berlanjut. Bagi masyarakat Indonesia atau Kaltim tentu sesuatu yang sangat membantu di tengah kondisi ekonomi saat ini,” tuturnya, Minggu (10/2).

Kekhawatiran perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, menurutnya Zainal menjadi faktor terbesar pelemahan harga minyak dunia. Belum jelasnya hasil perundingan kedua negara membebani harga minyak dan dikhawatirkan membuat perang dagang kembali memanas.

Mengutip Bloomberg, harga minyak jenis light sweet West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2019 di New York Mercantile, Jumat (8/2), turun 0,17 persen ke level USD 52,55 per barel.

Selama sepekan kemarin, harga minyak bergerak fluktuatif. Pada Senin (4/2), harga minyak terpantau stabil sebesar USD 54,56 per barel, lalu merosot keesokan harinya menjadi USD 53,66 per barel. Hari berikutnya, harga minyak kembali naik ke posisi USD 54,01 per barel, lalu terus menurun hingga akhir pekan.

“Dibanding tahun lalu jelas jauh kondisi harga minyak dunia. Awal tahun lalu bisa sampai USD 80 per barel. Sekarang masih stabil di angka USD 50-an. Bagi masyarakat ini sangat bagus. Namun bagi pengusaha justru membingungkan. Rencana kerja atau produksi yang sudah dihitung mau tidak mau dihitung ulang. Butuh proses, namun dari margin keuntungan bertambah. Paling tidak cost BBM bisa ditekan,” ucapnya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Check Also

Close
Back to top button