Harga BBM Nonsubsidi Disesuaikan, Pertamax Turbo Turun Paling Tinggi

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid menjelaskan sesuai ketentuan pemerintah, sebagai badan usaha hilir migas Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan mempertimbangkan dua faktor utama. Yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah. Kondisi saat ini, harga minyak dunia mengalami tren penurunan dan rupiah menguat terhadap dolar.

“Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM,” katanya.

Lebih lanjut Mas’ud menjelaskan, penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Penurunan hingga Rp 800. Selain itu, Pertamina melakukan penyelarasan harga premium (JBKP di wilayah Jawa, Madura, dan Bali) menjadi Rp 6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.

Adapun harga BBM di beberapa wilayah berbeda dikarenakan adanya pemberlakuan Pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang berbeda untuk setiap wilayah. Semua harga BBM ini sesuai peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM jenis BBM umum sebesar minimal 5 persen dan maksimal 10 persen dari harga dasar.

Dengan adanya penyesuaian harga ini, diharapkan dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan produk Pertamina. Sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas. (aji/ndu/k15/kpg)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept