Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Kaltim

NAM Air Mengudara di APT Pranoto, Lirik Potensi Rute Denpasar

SAMARINDA- Pilihan masyarakat Samarinda dan sekitarnya yang ingin bepergian ke Surabaya dan Banjarmasin kian beragam. Mulai Sabtu (9/2), NAM Air resmi membuka rute penerbangan dari Bandara APT Pranoto Samarinda menuju dua daerah tersebut. Total, bandara teranyar di Kaltim itu kini memiliki 42 movement atau penerbangan pulang-pergi setiap harinya.

“Dari 42 movement ini, setiap harinya menghasilkan 3.973 penumpang. Itu data terbaru. Kalau dijumlahkan, per tahun bisa mencapai 1,5 juta orang,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Samarinda Dodi Dharma Cahyadi kepada Kaltim Post di APT Pranoto, Sabtu (9/2).

Dia menjelaskan, APT Pranoto merupakan gerbang utama Samarinda. Kalau dikembangkan dengan baik, dia yakin semua bisnis di Kota Tepian bakal semakin berkembang. Mulai okupansi hotel, restoran dan sebagainya. Kinerja semua segmen akan meningkat. “Bandara APT Pranoto ini benar-benar memberi efek positif untuk Samarinda,” jelasnya.

Tak ingin berpuas diri, dalam waktu dekat akan ada rute baru dari Samarinda tujuan Denpasar dan sebaliknya. Sekitar awal Maret, paling lambat sudah ada rute baru lagi. “Kalau rute Denpasar ini berkembang maka pintu pariwisata Samarinda terbuka lebar. Wisata di Kaltim harus dikembangkan, agar rute ini betul-betul menguntungkan untuk Kota Tepian dan sekitarnya,” tegasnya.

Direktur NAM Air Asa Prakasa mengatakan, saat ini Sriwijaya Group sudah menjadi bagian dari Garuda Group. Jadi, saat ini NAM harus melihat banyak station yang secara grup bisa didarati. Samarinda dipilih karena berada di ibu kota provinsi dan memiliki potensi untuk berkembang. “Ibu kota provinsi paling potensial untuk mendatangkan penumpang dari pemerintahan maupun swasta,” jelasnya.

Dua rute ini dibuka menyesuaikan kebutuhan warga lokal. Surabaya merupakan kota besar yang berbasis perdagangan. Sehingga konektivitas terhadap Samarinda sangat dibutuhkan. Begitu pula dengan Banjarmasin, sebagai kota besar juga dibutuhkan untuk mengakses antar-ibu kota provinsi. “Ke depan kita akan lihat destinasi apalagi yang paling dibutuhkan masyarakat,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button