Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Investasi di Bontang Capai Rp 43,4 Triliun Sepanjang 2018

BONTANG – Selama 2018, sudah terdapat 166 pengusaha yang berinvestasi di Bontang. Nilainya cukup besar hingga mencapai Rp 43.313.135.381.400. Semua investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Meski terbilang nilai investasi yang cukup besar, ternyata tidak semua perusahaan aktif melaporkan kegiatan usahanya ke laporan kegiatan penanaman modal (LKPM). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang berupaya meningkatkan kesadaran para pengusaha dengan mengevaluasi sistem online.

“Dulu manual, jadi kami yang mendatangi, sekarang sudah sistem online, malah minim pelapor,” kata Kepala DPMPTSP Bontang Puguh Harjanto.

Dirincikan, jumlah investasi yang tertinggi yakni Kaltim Nusa Etika sebesar Rp 12 triliun, disusul Pupuk Kaltim sneilai Rp 7,6 triliun,  Graha Power Kaltim (GPK) Rp 5,7 triliun, kemudian Pupuk kaltim lagi Rp 3,8 dan Rp 3,3 triliun, Kaltim Parna Industri (KPI) Rp 2,3 triliun, Pupuk Kaltim Rp 1,4 triliun, serta Energi Unggul Persada (EUP) sebesar Rp 1 triliun.

“Data nilai investasi hingga 166 perusahaan memang ada yang bersinggungan dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), karena mereka hanya menilai yang melapor. Sedangkan yang melapor minim meski difasilitasi online,” tuturnya.

Ia mengaku sempat tak percaya jika investasi di Bontang hanya Rp 900 an juta. Sementara proyek Kaltim 5 saja, nilainya mencapai Rp 3 triliun.

“Tak logis jika dihitung hanya dari BKPM. Maka perusahaan wajib melaporkan ke LKPM yang bersifat periodik,”terang Puguh.

Minimnya pelaporan investasi membuat Puguh harus mengevaluasi sistem LKPM online, Apakah kesadaran terlapor yang rendah, atau terdapat kendala teknis saat melapor ke sistem.

“Kami dari pengendalian akan melakukan supervisi dan melakukan evaluasi lapangan yang sudah running mulai 2 bulan lalu,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button