Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Advertorial

Berantas DBD, 25 RT di Gunung Telihan di-Fogging

BONTANG – Upaya memberantas demam berdarah dengue (DBD) terus dilakukan Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan (Diskes). Kali ini, Selasa (12/2/2019) melakukan fogging nyamuk dan pembagian bubuk abate ke 25 RT di Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Diskes Bontang Bahauddin didampingi Kasi Survelen Imunisasi Wabah dan Bencana Diskes KB Bontang, Adi Permana. Ia mengatakan rencananya fogging di wilayah Kelurahan Gunung Telihan akan dilakukan selama dua hari hingga Rabu besok. Dilakukan berkala, pagi dan sore hari.

Dilakukannya fogging di Kelurahan Gunung Telihan karena jumlah kasus demam berdarah meningkat selama dua bulan terakhir (Januari hingga Februari). Sehingga pemerintah bekerja sama dengan PT Indominco Mandiri (IMM) segera melakukan tindakan berantas DBD. Dengan tujuan membunuh nyamuk dewasa, sementara pembagian abate ditujukan untuk membunuh jentik nyamuk.

“Terima kasih kepada Manajemen PT IMM atas kontribusinya di dalam penanggulangan penyakit demam berdarah. Mudah-mudahan kontribusi ini bisa membawa dampak penurunan jumlah kasus demam berdarah di Kelurahan Gunung Telihan,” terangnya.

Adi Permana menambahkan, total sejak Januari hingga Februari, terdapat 16 kasus suspect di wilayah Gunung Telihan. Delapan kasus terindentifikasi positif. Mengingat pada 2016 silam, Gunung Telihan paling banyak korban meninggal dunia akibat DBD. “Namun secara umum di Bontang dari Desember, Januari, dan awal Februari, selama kurun 5 tahun, tahun ini paling tinggi kasusnya,” ungkap dia.

Kebersihan lingkungan, banyaknya tempat penampungan air, hingga perumahan yang rapat dinilai menjadi penyebab nyamuk aedes aegypti suka berkembang biak di wilayah tersebut. Tak hanya di wilayah Gunung Telihan, wilayah di Tanjung Laut, Berebas Tengah, Berbas Pantai, Api-Api, Gunung Elai, hingga Kelurahan Bontang Baru juga menjadi perhatian khusus bagi Pemkot Bontang.

“Meski fogging bukan solusi utama, warga diimbau untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 4M+ yakni menutup, menguras, mendaur ulang, memantau jentik, dan menghindari gigitan nyamuk. Warga juga diimbau untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ini butuh kesadaran warga sendiri,” ucap Adi.

Langkah ini pun mendapat dukungan penuh dari PT IMM. Di mana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan khususnya penanggulangan demam berdarah, PT IMM memfasilitasi penyemprotan fogging dan pemberian bubuk abate kepada Diskes Bontang.

Community Development (Comdev) Head PT IMM, Imam Taufik mengatakan PT IMM menurunkan 3 unit mesin fogging beserta tim penyemprot. Sesuai kebutuhan di masyarakat, fogging akan dilakukan secara bertahap selama dua hari berturut-turut. “Jika tidak selesai selama dua hari, pagi dan sore hari. Nanti kita akan coba reschedule kembali untuk menambahkan waktunya. Mudah-mudahan tuntas di Kelurahan Gunung Telihan ini,” harap dia. Melalui upaya ini, PT IMM berkomitmen untuk mendukung program Pemkot Bontang dalam memberantas DBD di kota Bontang. (ra/adv)

Tags

Related Articles

Comment

Back to top button