Bontang

Perjualan Pernak-pernik Valentine Merosot Drastis

BONTANG – Hari kasih sayang identik dengan pernak-pernik bercorak hati. Baik segi warna maupun bentuk. Namun, dari tahun ke tahun, penjualan aksesori Hari Valentine mengalami penurunan drastis.

Kaji, pemilik Toko Pantai Indah di Jalan Ahmad Yani, Tanjung Laut, Bontang, mengatakan tahun ini sepi pengunjung. Bahkan, selama dua hari belakangan ini praktis tak ada pembeli. Beberapa barang dagangan justru terlihat dimasukkan ke kardus.

“Stok masih utuh, belum ada yang laku,” kata Kaji saat ditemui di lokasi jualannya, Kamis (14/2).

Penurunan ini terjadi bertahap dalam sembilan tahun terakhir. Tahun ini, dia mengaku hanya mendapat puluhan ribu rupiah dari penjualan pernak-pernik hari kasih sayang.

Padahal sepuluh tahun lalu, omzetnya terbilang menggiurkan. Stok barang pun jauh-jauh hari dipersiapkan. Agar tidak terjadi kekosongan pada 14 Februari. “Dulu bisa tembus Rp 40 juta satu bulannya, sekarang sepi,” ujarnya.

Menurutnya, tren memperingati Valentine sudah mulai bergeser. Anak-anak cenderung menggunakan uangnya untuk membeli pulsa dan paket data internet. Sementara orang dewasa justru lebih condong membeli kebutuhan rumah tangga.

Disinggung mengenai maraknya penjualan online, Kaji tak terlalu ambil pusing. Sebab, jika konsumen membutuhkan segera, tentu akan mengunjungi lapaknya.

Kendati sepi pembeli, Kaji enggan beralih usaha. Dituturkannya, dengan pendapatan yang pas-pasan masih bisa untuk membayar keperluan sehari-hari. Di antaranya, listrik, air, dan pajak. “Satu bulan cukuplah untuk makan. Kuncinya sabar dalam berusaha,” tuturnya.

Adapun pernak-pernik valentine yang dijualnya ialah setangkai bunga dengan kisaran harga Rp 15 ribu, gantungan kunci Rp 10 ribu, kotak musik Rp 75 ribu, kartu ucapan Rp 5 ribu, dan boneka Rp 100 ribu.

Sementara, pedagang cokelat juga bernasib serupa. Syamsuar mengatakan, angka penjualan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. “Turunnya sampai 50 persen ini,” pungkas Syamsuar. (ak/dwi/k16/prokal)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button