Advertorial

Indominco Mengajar Beri Basic Safety K3 kepada Tujuh SMK di Bontang

BONTANG – PT Indominco Mandiri (IMM) peduli pendidikan kembali diwujudkan melalui program Indominco Mengajar Meraih Mimpi, Jumat (15/2/2019), bertempat di SMK Nusantara Mandiri, Kelurahan Gunung Telihan. Sebanyak tujuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kota Bontang selama dua hari akan dibekali terkait basic safety training kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pertambangan.

Selain SMK Nusantara Mandiri, training ini melibatkan perwakilan sekolah dari SMK YPTK Regomasi, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMK IT Bani Abdurrahman, serta SMK All Truck. Adapun kegiatan tersebut mengusung tema “Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional”. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama CSR PT Indominco Mandiri dengan CSR PT Pamanusantara District Indo.

HSEC Head PT IMM Taryono dalam sambutannya mengatakan Indominco Mengajar merupakan program pengembangan masyarakat pada pilar bidang pendidikan. Indominco Mengajar merupakan program berkelanjutan yang tidak hanya menyasar tingkat SMK/SMA, namun juga SMP dan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Sebelumnya Indominco Mengajar sudah hadir di SMAN 1 Teluk Pandan dan Kutai Timur (Kutim) pada Januari lalu.

“Pengembangan masyarakat di bidang pendidikan tidak hanya melalui Indominco Mengajar, training pun kita lakukan. Ada training keperawatan, posyandu, serta training keahlian yang lagi kita lakukan kerja samanya dengan balai latihan kerja (BLK). Yakni training welder dan mekanik motor,” terangnya.

Jajaran Manajemen PT IMM bersama tamu undangan serta murid-murid SMK di Bontang mengabadikan foto sesaat akan memulai basic safety training K3 pertambangan. (RERA ANNORISTA/BONTANGPOST.ID)

Perhatian PT IMM melalui Corporate Social Responsibility (CSR) lebih ditujukan untuk pengembangan masyarakat. Dengan motonya TBMB atau Tumbuh, Berkembang, Mandiri, dan Berkelanjutan. Materi safety training kali ini sangat penting diberikan di dunia pertambangan. Sekaligus ingin menerapkan budaya K3 di Bontang.

“Kepada adik-adik, tolong dapat mengikuti training ini dengan baik dan serius. Agar dapat memperoleh ilmu. Semangat belajar, tuntutlah ilmu dengan rajin sehingga setelah lulus memiliki kompetensi yang bisa digunakan untuk bekerja atau melanjutkan ke tingkat lebih tinggi (kuliah),” harap Taryono.

Sementara itu, mewakili Pemkot Bontang, Lurah Gunung Telihan Hamdani mengapresiasi CSR PT IMM di bidang pendidikan, utamanya dalam memberikan ilmu safety K3 kepada perwakilan tujuh SMK yang ada di Bontang.

“Terima kasih atas sumbangsih yang diberikan oleh PT IMM kepada SMK Nusantara Mandiri. Mudah-mudahan ke depannya kegiatan ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Serta murid-murid SMK bisa menjadi pembangun kota Bontang di masa mendatang,” tutur dia.

Di tempat sama, Kepala SMK Nusantara Mandiri Bahrun Amin mendukung penuh program Indominco Mengajar yang kembali hadir pada angkatan ke-3 ini. Ia berharap wujud kepedulian di bidang pendidikan ini terus dikembangkan dan dijalankan pada angkatan-angkatan berikutnya. Sehingga murid-murid SMK Nusantara Mandiri maupun SMK lainnya di kota Bontang dapat mengambil banyak ilmu melalui program Indominco Mengajar.

“Terima kasih kepada tim yang datang, semoga ini menjadi angin besar bahwa CSR PT IMM akan sslalu hadir di Bontang. Tidak hanya memberikan ilmu teori dan praktik juga dapat mendukung sertifikasi untuk beberapa jurusan yanga ada di SMK,” tutupnya.

Selain menggelar Indominco Mengajar, pada kesempatan yang sama PT IMM memberikan bantuan Community Development (Comdev) bidang pendidikan berupa 20 pasang meja kursi kepada SMK Nusantara Mandiri. Serta melakukan penandatangan nota kesepakatan terkait peningkatkan mutu lulusan SMK Nusantara Mandiri melalui CSR Pendidikan PT IMM. Adapun pemateri basic training K3 dibawakan oleh Dept Safety PT Indominco Mandiri dan PT Pama. (ra/adv)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button