Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Wacana Pemindahan PKL di Stadion Bessai Berinta, Para Pedagang Gusar

BONTANG – Wacana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kompleks Stadion Bessai Berinta membuat hati pedagang gusar. Sebabnya, hingga kini belum ada sosialisasi dari Pemkot Bontang.

Ike Mares Tutik Suhartini, salah satu pedagang, mengatakan ketidakpastian ini berimbas terhadap rencana renovasi lapak. Pedagang terkesan enggan untuk memperbaiki terlebih dahulu sebelum ada kepastian.

“Nanti setelah diperbaiki beberapa atap lapak ternyata dibongkar, itu sayang bahan yang telah digunakan,” kata Ike.

Sebanyak 22 lapak berderet dari arah timur ke barat. Namun, dari jumlah itu hanya ada belasan pedagang. Rata-rata tiap pedagang memiliki lebih dari satu lapak. Ike sepakat jika nantinya dibuatkan regulasi satu pedagang satu lapak.

“Pasti nanti pengaturan lapak juga diundi. Kalau itu saya menyetujuinya,” tuturnya.

Ike berujar agar nantinya pemindahan diutamakan pedagang yang telah ada. Sisanya, lapak bisa diisi oleh pedagang dari luar.

Kegelisihan juga mengarah kepada kelengkapan sarana dan prasarana di lokasi baru. Mengingat kondisi meja dan kursi pedagang tidak laik. Ike berharap dibangunkan atap pujasera. Bukan lagi berbentuk lapak payung.

Dia percaya kepada Pemkot Bontang pasti menyiapkan lokasi terbaik. Termasuk, desain bangunan yang dipakai pedagang nanti. “Tidak mungkin kami dibiarkan gembel. Pasti dibangun dahulu baru dipindahkan,” sebutnya.

Ia lebih senang jika nantinya pedagang ditarik retribusi. Namun harus diimbangi dengan pelayanan kebersihan. Termasuk, dengan dibuatkannya saluran pembuangan limbah agar tidak mengganggu warga lain. “Jadi kami tidak perlu lagi angkat-angkat sampah ke depan,” paparnya.

Pedagang lainnya Siti Khasanah, juga mengutarakan belum ada pemberitahuan terkait pemindahan PKL. Ia masih menunggu sikap lebih lanjut dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang membidanginya.

“Masih menunggu langkah dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar),” ujar Siti.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button