Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Kadar Amonia di Bawah Baku Mutu

BONTANG – Aroma amonia yang dikeluhkan warga dinilai masih berada di bawah ambang baku mutu. Itu berdasarkan pengecekan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang.

Ada empat titik pengambilan sampel. Di SMP Imanuel Loktuan, Pelabuhan Lhoktuan, Pasar Citra Mas, dan Masjid Al Hikmah. Hasilnya, di bawah batas baku mutu, yakni 2 part per million (ppm).

“Hasilnya ada yang 0,9, 0,8, dan 0,1 ppm. Itu masih di bawah baku mutu ambience udara,” kata Hikmatun Meida selaku Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH.

Dituturkannya, pengecekan menggunakan alat bernama oudalog logger. Dengan durasi satu jam, alat bakal mendeteksi kualitas udara ambience. Meida menjelaskan jika di atas 2 ppm, maka kualitas udara sudah tidak aman bagi kesehatan.

“Kami rutin melaporkan empat kali dalam satu tahun. Konsentrasi di bawah 2 ppm. Bahkan, terkadang tidak terdeteksi,” ujarnya.

Bahkan, ketika warga melaporkan adanya gangguan udara pengecekan pun segera dilakukan. Namun, sejak dua pekan ini, DLH belum menerima laporan terkait bau amonia.

Disebutkan Meida, data pengecekan ini masih belum valid. Mengingat laboraturium milik DLH masih belum terakreditasi.

Informasi merebaknya aroma gas kimia tanpa warna ini dibenarkan Kepala DLH Bontang, Agus Amir. Menanggapi hal ini, pihaknya telah menerjukan tim untuk menyelidikinya lebih lanjut.

“Intinya kami ingin ada forum komunikasi. Semua pabrik amonia yang ada, harus  menginformasikan ke DLH setiap kali melakukan kegiatan TA (turn around),” kata Agus Amir.

Menurut dia, penyampaian informasi ini penting dilakukan. Sehingga LH bisa memberikan jawaban resmi kepada seluruh masyarakat. Dalam hal ini, ada prosedur yang mesti ditaati perusahaan dalam melakukan aktivitasnya. Khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup. “Memang regulasinya seperti itu. Wajib melaporkan,” ungkapnya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button