Ragam

Jangan Abaikan, Bangun Tidur Pakai Alarm Bisa Timbulkan Hormon Stres

Agar tak kesiangan, kebanyakan orang memilih pasang alarm. Biasanya alarm dibuat berbunyi setiap lima menit sekali bahkan bisa jadi dengan suara yang cukup keras untuk memastikan bahwa Anda tidak lanjut tidur setelah mematikannya. Namun, ada pula yang menggunakan alunan suara tenang ketimbang suara keras.

Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing terkait bunyi alarm. Namun, tahukah bahwa pilihan bunyi alarm bangun tidur dapat memengaruhi kondisi psikis saat bangun tidur? Bunyi alarm seperti apa yang lebih baik digunakan untuk bangun pagi?

Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, Senin (18/2), kebanyakan orang yang menggunakan suara keras sebagai bunyi alarm agar bisa membuka mata dan segar seketika bangun tidur. Biasanya, yang menganut paham ini adalah mereka yang susah bangun tidur sehingga harus dikejutkan dengan bunyi-bunyian.

Sementara itu, orang yang memasang alarm dengan melodi tenang biasanya digunakan mereka yang mudah terbangun dari tidur. Bahkan, bagi orang yang sensitif dengan bunyi, sedikit suara seperti bunyi tetes air dari keran pasti bisa membangunkan mereka.

Jika dilihat dari sisi medis, mana bunyi alarm yang lebih baik?

Ahli Neurologi dan dosen di Departemen Neurologi di Georgetown University Medical Centre dr. James Giordano, menjelaskan bunyi alarm yang baik adalah yang tenang. Alarm yang dimaksud adalah bunyi yang tidak membuat seseorang bangun terjungkal atau jengkel ingin membanting ponsel atau jam weker.

Sebab bunyi keras akan mengaktifkan sistem saraf simpatik di otak yang masih ‘terlelap’. Kondisi ini dibaca otak sebagai ancaman karena tubuh dipaksa ‘bangun tidur sebelum waktunya’. Sehingga memaksa otak untuk memproduksi lebih banyak hormon stres kortisol dan adrenalin dari biasanya.

Akibatnya, seseorang akan bangun dengan panik, grasak-grusuk, dan lebih stres. Tidak menutup kemungkinan juga justru mengalami pusing atau sakit kepala setelah bangun tidur karenanya.

Seorang dokter spesialis tidur sekaligus dosen di sekolah keperawatan Case Western Reserve University bernama Michael J. Decker, PhD, juga beranggapan bahwa bunyi alarm yang tenang lebih cocok untuk membangunkan karena memungkinkan otak ‘bangun’ secara bertahap. Sehingga melepaskan hormon-hormon stres juga secara bertahap. Pada akhirnya,  seseirang bangun dengan mood yang lebih baik karena tubuh sudah lebih siap menerima efek-efek hormon stres tersebut.

Sebenarnya, ada cara lain yang bisa membuat terbangun dari tidur selain alarm, yaitu cahaya. Cahaya akan menjadi sinyal bagi jam biologis tubuh untuk memproduksi hormon yang membuat seseorang bangun dari tidur. Selain itu, juga harus tidur lebih awal, menghindari kopi, atau aktivitas lainnya yang bisa mengganggu tidur. Dengan begitu, bangun pagi akan jadi lebih mudah. (jpc)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button