Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Ragam

Turunkan Berat Badan dengan Diet Kaldu Tulang, Bagaimana Caranya?

Begitu banyak cara untuk mempermudah Anda dalam menurunkan berat badan. Salah satu terobosan baru diet diciptakan oleh Kellyann Petrucci, seorang dokter naturopati. Yakni dengan diet kaldu tulang atau Bone Broth Diet.

Bagaimana caranya?

Kaldu dibuat dengan mendidihkan tulang hewan hingga 24 jam untuk melepaskan mineral, kolagen, dan asam amino. Untuk mengikuti Bone Broth Diet, Anda harus menetapkan dua hari berturut-turut per minggu untuk melakukan puasa mini dalam program ini.

Lalu, lima hari lainnya adalah hari tanpa puasa. Nah, tapi yang paling penting saat menjalani lima hari tanpa puasa dan puasa mini, Anda harus membatasi waktu makan. Yakni, diwajibkan makan terakhir atau memakan camilan sebelum jam 7 malam, dilansir dari Healthline, Rabu (20/2).

Lalu bagaimana pelaksaan puasa mini dan hari tanpa puasa?

Mini Puasa

Anda dapat memilih dua opsi untuk melakukan mini puasa. Opsi 1 yaitu konsumsi enam porsi kaldu tulang atau 6 cangkir (237 ml atau 8 ons).

Atau Opsi 2 yaitu minumlah lima porsi kaldu tulang, lalu akhiri hari dengan camilan yang mengandung protein, sayuran non-tepung, dan lemak sehat. Apa pun itu, Anda hanya akan mengonsumsi 300-500 kalori pada hari puasa tersebut.

Tanpa Puasa

Pada hari-hari tanpa puasa, Anda dapat memilih  daftar makanan yang diperbolehkan yang masuk dalam kategori protein, sayuran, buah, dan lemak. Mislanya dianjrukan makan satu porsi protein, satu porsi lemak, dan seporsi buah saat sarapan.

Sedangkan makan siang bisa dengan satu porsi protein, dua porsi sayuran, dan satu porsi lemak. Dan terakhir makan malam yakni satu porsi protein, dua porsi sayuran, dan satu porsi lemak.

Lalu untuk makanan ringan, siapkan satu porsi kaldu tulang dua kali sehari. Jika sudah melakukan sistem diet ini selama 21 hari atau lebih lama, tergantung target penurunan berat badan. (jpc)

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button