Kaltim

Pembagi Video Asusila Bakal Dipidana

SAMARINDA-Dua pelakon dalam video asusila yang diduga masih di bawah umur telah diketahui keberadaannya oleh kepolisian. Yakni di Kutai Barat. Namun, belum jelas kapan pasangan berinisial AD (pemeran perempuan) dan TH (pemeran laki-laki), berada di Samarinda. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto mengatakan hingga kemarin dia belum mendapat informasi terbaru.

“Kalau koordinasi sudah ada dengan anggota di sana (Kubar), kami sih berharap tidak dibesar-besarkan,” terang perwira menengah polisi berpangkat melati tiga tersebut. Menurut Vendra, hal itu bukan hanya berpengaruh dengan penyelidikan, melainkan kondisi kejiwaan keduanya. Setelah video dua versi dengan masing-masing durasi 2 menit 12 detik, dan 43 detik beredar luas, Vendra memerintahkan jajarannya patroli siber untuk memantau. Khususnya di beberapa akun media sosial Kota Tepian. Pantauan Kaltim Post, masih ada warga yang meminta untuk dikirimkan link terkait gambar bergerak yang diperankan muda mudi di dalam kamar tersebut. Ribuan komentar, dan semuanya nyaris meminta video tersebut. “Buat apa seperti itu (meminta video), nanti kalau terbukti jelas diproses hukum,” tuturnya.

“Lebih baik dihapus. Urusan perkara hukum, saya tidak main-main,” ucapnya dengan nada tegas.

Berdasarkan penelusuran Kaltim Post, saat mencoba mengonfirmasi pihak sekolah tempat AD sebelumnya belajar, namun tak banyak yang ingin memberikan penjelasan. Salah satu guru di sekolah AD menyebut, langkah pengunduran diri yang diambil, tentu sudah berdasarkan kesepakatan bersama. “Ya jelas kami juga mempertimbangkan kondisi dia (AD),” sebut seorang guru yang identitasnya tak ingin dipublikasikan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim Harimurti juga sempat berkomentar. Namun, dia tak ingin menyudutkan AD. “Masalah ini jelas harus menjadi tugas pengawasan bersama. Kalau memang terjadi di luar jam pelajaran, artinya orangtualah yang berperan penting,” tegasnya. (*/dra/riz/k15/kpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button