Olahraga

Terbukti Tawarkan Suap dan Mengancam Manajer Madura FC, Mantan Exco PSSI Jadi Tersangka

JAKARTA – Kerja keras Satgas Antimafia Bola untuk menyelesaikan kasus dugaan penyuapan di laga PSS Sleman melawan Madura FC membuahkan hasil. Target operasi yang selama ini diincar yakni Hidayat akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Mantan Anggota Exco PSSI itu terbukti menawarkan suap dan juga mengancam Manajer Madura FC Januar Herwanto.

Seperti yang dijelaskan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dia mengatakan penetapan tersangka ini  merupakan puncak dari serangkaian penyidikan yang panjang. Mulai dari pemeriksaan para saksi hingga gelar perkara yang dilakukan pada jumat (22/2) kemarin, Satgas Antimafia Bola akhirnya mendapatkan sejumlah bukti yang mampu menjeras Hidayat sebagai tersangka.

Dedi menjelaskan Hidayat merupakan otak dibalik rencana penyuapan terhadap Januar. Menawarkan uang Rp 100 juta kepada Januar agar timnya mengalah kepada PSS. ’’Tersangka juga mengancam sudah menyiapkan dana Rp 150 juta kalau Januar tidak mau. Uang itu digunakan untuk beli pemain agar Madura FC kalah lawan PSS,’’ tegasnya.

Tidak berhenti sampai disitu, penelusuran Satgas Antimafia Bola juga masuk ke ranah perangkat pertandingan. ternyata, dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Maguwoharjo pada 6 November lalu. ’’Perannya cukup masif dalam pertandingan itu,’’ jelasnya.

Jika Hidayat terbukti menawarkan sejumlah suap, lantas darimana uang tersebut didapatnya? Dedi menegaskan sejauh ini pihaknya belum masuk ke ranah tersebut. sebab, penetapan tersangka kali ini hanya untuk  membuktikan bahwa memang Hidayat terbukti melakukan penyuapan, mengancam, hingga mengatur perangkat pertandingan untuk menenangkan PSS. ’’Selanjutnya tersangka akan kami panggil dan periksa lagi,’’ ujarnya.

Apakah Hidayat punya peran penting di PSS? Dedi juga masih belum tahu. Yang jelas, pihaknya masih mendalami hal tersebut. Dia menuturkan sejauh ini yang ditemukan penyidik adalah Hidayat memanfaatkan perannya sebagai Exco PSSI untuk melakukan penyuapan. ’’Mungkin dia punya kepentingan, kami masih dalami itu,’’ tuturnya.

Nah, jika memang dalam pertandingan itu terbukti ada penyuapan yang secara otomatis skor sudah diatur, apakah Satgas Antimafia Bola juga akan merekomendasi PSSI untuk menganulir laga tersebut? Dedi menuturkan fakta hukum yang didapat oleh timnya akan terus digali lagi. Saat ini, Satgas Antimafia Bola sedang  berkoordinasi dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana Hidayat. Dari sumber mana saja. ’’Tidak menutup kemungkinan Liga 2 juga akan kami gelar dan dalami. Proses pengungkapan Liga 2 sudah dimulai dan tidak menutup kemungkinan naik ke Liga 1,’’ bebernya.

Tapi nantinya setelah semua pengaturan skor di Liga 2 terungkap, pihaknya berjanji akan memberikan rekomendasi kepada PSSI. data yang sudah didapat akan diberikan sebagai pertimbangan untuk memutuskan hasil dari laga ataupun seluruh pertandingan di Liga 2. ’’Apa yang jadi kelemahan akan dibuat kesimpulan. Agar tidak ada lagi mafia bola,’’ ucapnya.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola mengungkapkan Hidayat sendiri akan dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka besok (27/2). Dia akan diperiksa bersamaan dengan pemeriksaan yang dilakukan kepada Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. ’’Kami akan dalami tentang peran dia di PSS, alasannya kenapa memenangkan PSS,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Januar sendiri berharap status tersangka untuk Hidayat bukan hanya terbukti merencanakan penyuapan, mengancam, dan mengatur perangkat pertandingan saja. dia berharap Hidayat nanti bisa benar-benar jujur mengakui seperti yang dikatakannya dalam sebuah program televisi bahwa ada oknum PSSI yang memintanya. ’’Ya biar terbuka semuanya, tidak mungkin dia (Hidayat) mau mengeluarkan uang kalau tidak ada yang ngasih. Hidayat tidak mungkin hanya sebagai pendukung PSS melakukan itu,’’ jelasnya.

Dia juga berharap perjalanan Hidayat hingga jadi tersangka bisa dicontoh oleh anggota Exco PSSI lainnya. Hidayat yang belum terbukti sebagai tersangka berani mundur dari jabatannya sebagai Exco PSSI. bahkan, dia juga rela dihukum Komisi Disiplin PSSI. ’’Harusnya sekarang yang sudah tersangka seperti Jokdri (Joko Driyono) juga mundur dong. Komdis juga jangan tebang pilih kalau memberi hukuman. Sudah jadi tersangka kok tidak ada sanksi sampai sekarang, sedangkan Hidayat belum jadi tersangka sudah dihukum Komdis,’’ ucapnya. (rid/idr/jpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button