Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Nasional

Penerbitan E-KTP WNA Baru Ditunda

JAKARTA – Ditjen Dukcapil Kemendagri berikan klarifikasi terkait kisruh masalah E-KTP untuk warga negara asing (WNA) kemarin (27/2). Mereka menegaskan telah terjadi kesalahan input data oleh KPU di Cianjur. Meskipun demikian, agar polemik tidak semakin panjang, Ditjen Dukcapil memutuskan untuk menunda penerbitan E-KTP bagi WNA untuk pengajuan baru.

Dirjen Dukcapil kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, Semenjak dia menjabat, tidak pernah ada problem terkait E-KTP WNA. Penerbitannya merupakan implementasi UU 23/2006 yang diubah lewat UU 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan. Kasus di Cianjur merupakan masalah pertama yang terjadi sejak UU Adminduk direvisi pada 2013 lalu.

Sejak UU 24/2013 sebagai Revisi UU 23/2006 terbit, ’’Sampai saat ini, sudah ada 1.600 KTP-el khusus WNA yang dicetak semenjak 2013 lalu,’’ terang Zudan di Kemendagri kemarin. Bali, Jabar, dan Jatim menjadi tiga daerah dengan percetakan KTP-el terbanyak di Indonesia.

Pertimbangan terkait penggantian warna atau desain E-KTP untuk WNA juga sudah dilakukan. Bila kisruh terus berlanjut, maka penggantian warna atau desain akan diterapkan. ”Saya paham ini memang sedang pemilu, makanya percetakan KTP-el WNA akan kami berhentikan sampai pemilu usai,” tegas Zudan.

Sekilas, E-KTP milik WNI dan WNA memang tidak ada perbedaan berarti. Bentuk, warna, hingga font-nya pun sama. Zudan menjelaskan, ada cara yang mudah untuk membedakan mana KTP-el WNI dan mana yang WNA. Dalam kolom kewarganegaraan Ditjen Dukcapil akan mengisi negara orang itu berasal untuk WNA.

Sementara bagi WNI, kolom kewarganegaraannya akan ditulis WNI. ”Juga di kolom agama, status perkawinan, dan pekerjaan, akan diisi menggunakan bahasa asing, itu pembedanya,” lanjut pria yang mulai menjabat sebagai Dirjen Dukcapil pada 2015 yang lalu.

1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button