Advertorial

Pupuk NPK Pelangi Triple 16, Maksimalkan Panen Tomat Kelima Kelompok Tani Agro Lestari

BONTANG – Panen tomat kelima Kelompok Tani Agro Lestari capai 1 ton lebih pada Rabu (6/3/2019). Di mana kegiatan ini merupakan upaya program demonstrasi plot (demplot) Pupuk Kaltim bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang.

Superintendent Pemasaran dan Komunikasi Produk dari Departemen Pelayanan dan Komunikasi Produk Pupuk Kaltim, Ludvi Widodo mengapresiasi usaha Kelompok Tani Agro Lestari dalam membudidayakan tomat servo F1 di lahan seluas 3/4 hektare di wilayah Bontang Lestari.

Di mana kondisi tanah di wilayah tersebut sangat mendukung proyek pertanian di bidang hortikultura. Program demplot ini juga sebagai bukti bahwa Pupuk Kaltim memiliki produk yang berkualitas sekaligus uji keefektifan pupuk NPK Pelangi 16-16-16.

“Tentunya kita sudah melewati beberapa uji, mulai dari uji edar maupun uji kualitas. Di tingkat nasional pun sudah mendapatkan penghargaan tertinggi, Grand Platinum pada ajang SNI Award 2018. Sudah diakui oleh nasional bahwa produk Pupuk Kaltim adalah produk terbaik di antara pupuk yang terbaik,” tutur Ludvi.

Ia berharap, petani di sekitar Bontang lainnya juga dapat menggunakan pupuk-pupuk produksi Pupuk Kaltim. Mengingat jangkauan penjualannya mudah didapat.

“Hasil panennya sudah tidak usah diragukan lagi. Tidak hanya tomat, lombok, atau jagung, mungkin akan berkembang produk lainnya terutama horti yang sifatnya satu musim saja. Agar cepat tumbuh, berbuah, dan cepat panen, sehingga perputaran uang di daerah Bontang lebih merata,” harap dia.

Jajaran Manajemen Pupuk Kaltim beserta petani Agro Lestari dan perwakilan DKP3 berfoto bersama saat pemanenan tomat di Bontang Lestari. (FAUZI/HUMAS PUPUK KALTIM)

Mewakili Kepala DKP3, Debora Cristiani selaku Kasi Pertanian Hortikultura dan Perkebunan mengatakan peran DKP3 membina kelompok tani dalam kegiatan pertanian dan perkebunan. Salah satu kegiatannya di bidang hortikultura.

“Panen tomat ini merupakan kegiatan dari pelaksanaan budidaya atau pengembangan hortikultura. Dalam rangka demplot atau uji coba pupuk menggunakan produk NPK Pelangi 16-16-16 dari Pupuk Kaltim,” kata dia.

Dengan adanya demplot ini para petani telah membuktikan kualitas pupuk milik Pupuk Kaltim. Ia berharap, ke depan dapat memaksimalkan penggunaan NPK Pelangi 16-16-16 untuk varietas tomat servo F1. Dibanding penggunaan pupuk merek lainnya, hasil pertumbuhan menggunakan NPK Pelangi 16-16-16 lebih subur dan buahnya lebih lebat.

“Ada perbedaan sekitar 40 persen. Saya berharap demplot ini dapat dikembangkan untuk kelompok tani lainnya melalui pembinaan oleh Pendamping Penyuluh Lapangan (PPL) Pak Bambang Tridaryono. Agro Lestari sudah membuktikannya,” terangnya.

Sementara itu, Moch Daroini selaku Ketua Kelompok Agro Lestari didampingi anggotanya Budi Santoso menerangkan terdapat hasil mencolok antara penggunaan NPK Pelangi 16-16-16 dengan pupuk NPK Phonska yang digunakan untuk dua lahan seluas 3/4 hektare. Keduanya pun punya perbedaan karakter dan jenis, di mana cara pemupukannya pun menggunakan dua perlakuan berbeda.

Disebutkan Daroini, sejak berdirinya demplot pada Desember 2018, telah menghasilkan total panen sebanyak 2,1 ton. Tentunya hasil panen tomat tersebut terus merangkak naik dari awal panen hanya setengah kuintal. Dan pada panen kelima ini diperkirakan mencapai 1 ton lebih atau kira-kira per pohon dapat menghasilkan sekira 1,2 kilogram.

“NPK Pelangi 16-16-16, pemupukan susulannya satu kali sampai panen.
Sedangkan NPK Phonska perbandingannya 3 kali. Hasilnya lebih maksimal NPK Pelangi 16-16-16 dengan selisih mencapai 40 persen,” urainya.

Meski terkendala iklim (musim kemarau dan panas terik) dan minimnya kebutuhan air, sedikit berpengaruh pada pertumbuhan tomat.

“Kualitas buah sebenarnya besar tapi karena terkendala iklim dan air saja. Pertumbuhannya tetap lebat,” tutupnya. (ra/adv)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button