Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Dahlan Iskan

Lego Legoland

Kausnya warna merah. Depannya ada gambar dirinya: lagi naik sepeda motor Yamaha. Di depannya tertulis  motto: Malu Apa Bossku.

Itulah penampilan kekinian Najib Razak. Mantan perdana menteri Malaysia itu. Yang lagi menghadapi 24 tuduhan hukum itu. Dalam kasus korupsi terbesar di dunia. Yang nilai hukumannya kelak, kalau dijumlah, bisa mencapai 200 tahun.

Dor!

Ternyata tidak terjadi ledakan apa-apa. Rencana sidang pertamanya ditunda. Mestinya minggu pertama Februari lalu. Ditunda sampai entah bila.

Najib memang lagi menjalankan taktik tunda-tunda. Dengan alasan apa saja. Pengacaranya selalu berhasil: awalnya selalu bisa mengeluarkan dari tahanan. Dengan jaminan uang yang tidak seberapa.

Najib sudah empat kali ditangkap. Selalu bisa menunda sidangnya.
Pengadilan tinggi juga selalu mengabulkan permintaan pengacara itu.

Kapan itu saya mampir ke pengadilan di Kuala Lumpur. Yang begitu besar. Yang ternyata juga tidak ada sidang.
Najib tidak hanya merdeka dari  tahanan. Juga merdeka bicara apa saja. Berbuat semaunya.

Termasuk ikut kampanye caleg partainya: Umno.

Berhasil pula.

Minggu lalu memang ada pemilu sela. Untuk satu kursi DPR dari Dapil Semenyih. Calon yang didukung Najib berhasil mengalahkan caleg Aimin Zainal. Dari koalisi penguasa. Caleg yang dibantu Najib itu adalah Zakaria Hanafi. Menang dengan selisih 1.914 suara.

Najib sampai beberapa kali datang ke Dapil Semenyih. Di pinggiran Kuala Lumpur. Sebelah timur bandara Sepang. Dengan selalu mengenakan kaus khas terbarunya itu.

Taktik tunda sidang itu dilengkapi dengan cara pemanfaatannya: untuk merebut lagi hati rakyat. Kelihatannya ia merekrut ahli komunikasi profesional. Agar tersusun tahapan membalik keadaan.

Salah satu langkahnya adalah berdendang nada. Najib menyanyi. Di dapur rekaman. Lagu hit tahun 1970-an: Kiss and Say Goodbye. Masih ingat kan? Yang dinyanyikan The Manhattans itu?

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button