Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Dahlan Iskan

Amazon Ngambek

“Uang Rp 45 triliun itu kan sudah bisa dipakai menciptakan lapangan kerja. Lewat perbaikan kereta bawah tanah. Atau merekrut guru sebanyak-banyaknya,” ujar Ocasio.

Konstituen Ocasio juga keberatan. Sewa rumah bisa ikut naik. Menyusahkan orang kecil. Yang tidak punya rumah. Yang tidak bisa bekerja di Amazon.
Maka begitu mendengar Amazon membatalkan proyek itu Ocasio merayakannya.

“Kita sudah bisa mengalahkan perusahaan besar yang rakus,” ujar Ocasio.

Pernyataan seperti itulah. Dan sikap seperti itulah. Yang bikin kecewa para investor. Atau yang pro investasi.

“Seolah pemda memberikan uang kontan USD 3 miliar pada Amazon,” ujar Andrew Ross Sarkin, kolumnis pro investasi. “Padahal uang itu kan tidak ada,” tambahnya.

Kalau Amazon batal investasi, misalnya, apakah ada dana itu. Untuk perbaikan kereta bawah tanah itu.

“Para politisi itu harus belajar dasar-dasar matematika,” ujar Sarkin.

Walikota sendiri kecewa pada Amazon. Yang begitu cepat ngambek. Yang tidak cukup sabar untuk bicara dengan politisi.

Tapi memang begitulah kejiwaan orang kaya. Merasa tidak butuh apa pun dan siapa pun. Merasa orang lainlah yang membutuhkannya.

Dengan enteng Amazon membuat pengumuman. Kamis lalu. Tidak jadi bangun kantor induk di Queen.
Selesai.

Persoalan yang mirip juga terjadi di Wisconsin. Perusahaan terbesar Taiwan berjanji investasi besar-besaran: Foxonn. Yang di Taiwan dikenal dengan nama Honghai. Pemasok terbesar komponen iPhone. Pabrik nya luar biasa besar: di Shenzhen, Tiongkok.

Rencana Foxonn itu sungguh menyenangkan Presiden Trump. Bahkan diklaim sebagai bukti kesuksesannya sebagai presiden baru. Berhasil menarik investasi. Berhasil menciptakan lapangan kerja. 100.000 lowongan. Apalagi itu di Wisconsin. Di negara bagian yang lagi terpukul berat. Oleh perang dagangnya dengan Tiongkok. Itu negara bagian penghasil pertanian. Yang tidak bisa lagi ekspor kedelai.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button