Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Kaltim

Tol Balikpapan-Samarinda Diupayakan Berfungsi sebelum Lebaran

BALIKPAPAN–Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) ditarget beroperasi paling cepat April mendatang. Kurang dari 30 hari sebelum difungsikan, Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim-Kaltara menyebut masih berpegang pada target operasi yang dipatok sebelumnya.

“Untuk Seksi I (KM 13–Samboja) yang paling siap,” kata Kepala BPJN XII Refly Ruddy Tangkere, kemarin (11/3). Selain Seksi I, seksi lainnya juga disebut sudah siap. Yakni, Seksi II (Samboja–Muara Jawa), Seksi III (Muara Jawa–Palaran), dan Seksi IV (Palaran–Jembatan Mahkota II). Namun status untuk Seksi II dan IV, kesiapannya masih di main road. “Karena simpang susunnya yang belum selesai,”sebutnya.

Sementara untuk Seksi 5 (KM 13–Sepinggan) ditarget berfungsi pada Mei mendatang. Tetapi untuk seksi tambahan yakni Seksi 5A akan diselesaikan main road-nya pada Juni. “Target operasi keseluruhan paling lambat Juni 2019,” imbuhnya.

Refly mengakui masih ada persoalan. Di titik-titik tertentu masih ada masalah pembebasan lahan. Uang konsinyasi sudah dititipkan ke pengadilan. Secara administrasi, pihaknya sudah menjalani ketentuan. Namun, di lapangan masih ada penolakan karena pemilik lahan belum menerima uang. “Masalah seperti ini kami sebut nonteknis. Yang sangat berpengaruh kepada faktor teknis. Dan skala yang mengganggu ini kecil,” ucapnya.

Faktor lainnya adalah kondisi tanah. Di sejumlah lokasi ditemukan tanah lunak yang harus di-treatment terlebih dulu. Memerlukan waktu untuk mencapai kepadatan tertentu. Pihaknya banyak mendapat persoalan saat pelaksanaanya.

“Semisal dalam satu titik. Penyelidikan tanah awalnya cukup menggunakan tiang pancang 6 meter. Ternyata setelah dites pile, perlu tiang pancang yang lebih panjang,” bebernya.

Sementara sejak kejadian gempa Palu pada September 2018, terdapat kesulitan dalam mendapatkan material. Tiang pancang yang dikirimkan dari sejumlah wilayah pun terkendala karena kondisi laut. “Desember dan Januari pengiriman sempat dihentikan karena gelombang tinggi. Ada pelarangan pelayaran dari syahbandar,” tuturnya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button