Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Internasional

Janji Tiongkok Tutup Kamp Uighur Diragukan

Shohrat menyebut pemberitaan tentang kamp konsentrasi di Xinjiang tidak benar. Menurut dia, itu hanyalah tudingan yang dibuat-buat. Tapi, para aktivis HAM, Amerika Serikat, dan banyak negara lain tak memercayai hal tersebut. Pengakuan dan bukti-bukti yang ada sudah terpampang nyata.

Washington mengungkap bahwa Tiongkok mengkriminalisasi orang-orang yang menjalankan praktik keagamaan dan kebudayaan di Xinjiang. Termasuk menghukum orang karena mengajar mengaji dan melarang orang tua memberi nama sesuai dengan budaya Uighur ke anak-anaknya.

Para akademisi dan jurnalis telah mendokumentasikan pos pemeriksaan yang luar biasa ketat, pengumpulan sampel DNA masal, dan pemberlakuan situasi seperti darurat militer. Kepala HAM PBB Michelle Bachelet masih berupaya untuk mendapat akses ke Xinjiang guna memverifikasi laporan-laporan terkait kamp di wilayah tersebut.

AS saat ini mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi kepada Sekretaris Partai Komunis di Xinjiang Chen Quanguo. Namun, Tiongkok sudah berancang-ancang membalas jika sanksi sampai dijatuhkan.

’’Situasi di Xinjiang benar-benar tak bisa diterima dan sanksi terhadap pejabat Tiongkok masih mungkin dijatuhkan,’’ ujar Duta AS untuk Kebebasan Beragama Sam Brownback. (sha/c7/dos/jpg)

Laman sebelumnya 1 2
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button