Nasional

Adu Program Tema Dasar Kesra Menuju Debat Cawapres (3-Habis): Kartu Prakerja vs Kantor Siap Kerja

Isu ketenagakerjaan juga menjadi tema debat cawapres 17 Maret mendatang. Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno sudah menyiapkan program yang akan dijalankan jika menjadi pemenang dalam Pemilu 2019.

———-

KARTU prakerja nyaris selalu dibawa capres Joko Widodo saat berkampanye akhir-akhir ini. Program itu pula yang akan menjadi andalan Ma’ruf Amin saat menjalani debat cawapres mendatang.

Arya Sinulingga, juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, mengatakan bahwa banyak yang salah memahami program kartu prakerja. Misalnya, anggapan bahwa Jokowi akan menggaji penganggur. ”Tidak seperti itu,” ucap Arya kepada Jawa Pos kemarin (14/3).

Menurut dia, kartu prakerja ditujukan pada dua kondisi. Pertama, para karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka akan diberi pelatihan di balai latihan kerja agar kemampuannya meningkat. Selama dua sampai tiga bulan, mereka juga akan mendapat honor. ”Setelah tiga bulan, mereka tidak mendapatkan lagi,” terang politikus Partai Perindo itu.

Arya mengatakan, orang yang di-PHK biasanya tidak sulit mencari pekerjaan. Apalagi, mereka juga sudah mendapat pelatihan dari pemerintah. Pengalaman dan kemampuan mereka yang telah ditingkatkan melalui pelatihan akan menjadi daya tawar.

Kondisi yang kedua, lanjut dia, kartu prakerja diperuntukkan mereka yang sudah masuk usia kerja, tapi belum mendapat pekerjaan. Namun, hanya khusus bagi mereka yang masuk dan ikut program pelatihan di BLK. Jadi, bukan untuk semua yang belum mendapat pekerjaan. ”Pemerintah akan membantu mencarikan peluang kerja bagi mereka yang sedang mengikuti pelatihan di BLK. Setelah bekerja, mereka tidak diberi honor lagi,” ujarnya.

Program itu akan dilaksanakan pada 2020. Akan ada 2 juta orang yang bisa mengikuti program tersebut. Tentu akan ada seleksi bagi mereka untuk mendapatkan pelatihan dan honor. ”Soal pelatihan akan disesuaikan dengan industri dan lapangan pekerjaan yang tersedia,” urainya.

Sementara itu, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Bidang Ekonomi Handi Risza menyatakan bahwa kesejahteraan bagi kaum buruh adalah salah satu prioritas. Mereka tidak hanya mendapatkan upah. Handi juga memastikan bahwa Prabowo-Sandi menginginkan para buruh bisa hidup layak. ”Selain upah, aspirasi para buruh adalah jaminan pensiun bersama fasilitas lain, ini adalah perhatian kami,” kata Handi saat dihubungi.

Menurut Handi, Prabowo-Sandi tidak ingin mengumbar banyak kartu. Untuk menjamin kesejahteraan pekerja, terutama buruh, BPN ingin mengoptimalkan fungsi BPJS Ketenagakerjaan. ”Kami saat ini tengah mengidentifikasi soal perumahan murah bagi buruh, termasuk fasilitas pendidikan bagi anak mereka, kami sedang memikirkan bagaimana formula mendapatkan tersebut,” ujar Handi.

Haryadin Mahardika, anggota tim ekonomi dan litbang BPN Prabowo-Sandi, menambahkan bahwa pihaknya juga memiliki program terkait rekrutmen tenaga kerja baru. Program itu diberi nama kantor siap kerja. Tujuannya, mewadahi angkatan kerja muda dalam mencari pekerjaan dan menyiapkan skill tambahan untuk bekerja dan berwirausaha,

”Kantor siap kerja ini dikoordinasi langsung oleh Kemenaker dan Kemenpora untuk didirikan di setiap kabupaten/kota,” katanya.

Menurut Haryadin, di kantor siap kerja, angkatan muda bisa mencari informasi lowongan pekerjaan, mengurus surat-surat lamaran kerja dalam satu pintu, termasuk pelatihan dari teknis wawancara kerja, sampai skill wirausaha. ”Kantor siap kerja ini menjalin komunikasi dengan para pemberi kerja, mulai BUMN hingga swasta, dan sebagainya,” jelasnya. (lum/bay/c10/fat/jpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button