Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Advertorial

50 Peserta DWP Bontang Ikut Pelatihan Menjahit di Pupuk Kaltim

BONTANG – Sebanyak 50 peserta dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) kota Bontang mengikuti pelatihan menjahit sampah daur ulang dan teknik dasar menjahit bersama Pupuk Kaltim. Rencananya kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 6 April mendatang.

GM Umum Pupuk Kaltim, Nur Sahid mengatakan Pupuk Kaltim terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang ada di sekitar perusahaan dengan melakukan berbagai kegiatan corporate social responsibility (CSR). Salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah dengan memberikan pelatihan menjahit daur ulang tingkat dasar.

Pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dengan masyarakat Bontang, terutama kepada DWP kota Bontang. Yang memiliki potensi, namun belum memiliki kemampuan di bidang menjahit.

“Kami berharap peserta pelatihan dapat menerapkan hasil dari pelatihan ini di lingkungan masing-masing. Serta dapat membuka usaha secara mandiri, sehingga dapat meningatkan kesejahteraan para peserta,” ucapnya saat menghadiri pembukaan pelatihan menjahit, Senin (18/2/2019) di Aula Gedung Diklat Pupuk Kaltim.

Ia juga berharap, dari program ini dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang bisa memberikan kontribusi bagi kota Bontang. Semua karena Pupuk Kaltim fokus terhadap pengembangan SDM masyarakat Bontang yang mandiri agar mampu menciptakan kesempatan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Seluruh peserta pelatihan dan Jajaran Direksi Pupuk Kaltim, juga Wali Kota Bontang berfoto bersama. (FAUZI/HUMAS PUPUK KALTIM)

Di tempat sama, Ketua DWP Kota Bontang, Siti Hamna Agus Amir menerangkan tujuan utama terbentuknya organisasi dharma wanita yang didirikan sejak 1999 itu adalah guna meningkatkan kualitas SDM keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mencapai kesejahteraan nasional.

Dharma wanita memiliki tugas pokok, salah satunya membina anggota keluarga, meningkatkan kemampuan, dan pengetahuan istri-istri ASN. Serta, menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Hal ini menjadi inspirasi saya untuk mengimplementasikan dan mengadakan pelatihan ini yang bekerja sama dengan Pupuk Kaltim. Dengan harapan dapat berkesinambungan kelak di kemudian hari,” harap dia.

Pada kesempatan itu pula, ia mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Manajemen Pupuk Kaltim atas kerja samanya, juga kepada peserta pelatihan menjahit dasar dan menjahit daur ulang.

“Timbalah ilmu sebanyak-banyaknya, bertanyalah sedalam-dalamnya agar apa yang diperoleh akan berguna, baik untuk keluarga dan dharma wanita,” ucapnya.

Apresiasi pun diungkapkan Neni Moerniaeni yang berkesempatan membuka pelatihan secara langsung. Ia merasa bangga terhadap keberadaan dharma wanita Bontang beserta anggota di dalamnya. Dalam sambutannya, Neni terus menyampaikan berbagai arahan dan pandangan terhadap peran perempuan. Utamanya mendapat perhatian dari Pupuk Kaltim melalui pelatihan ini.

“Selain berkewajiban sebagai seorang ibu, wanita juga punya hak dan potensi membangun bangsa. Tentu saja dengan adanya pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya. Dharma wanita itu harus luar biasa, berdedikasi, dan cinta keluarga,” kata dia sesuai slogannya. (ra/adv)

Tags

Related Articles

Comment

Back to top button