Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Kaltim

Tingkat Kemiskinan Kaltim Turun

SAMARINDA- Upaya pemerintah memperbaiki taraf hidup masyarakat mulai membuahkan hasil memuaskan. Ini terlihat dari tingkat kemiskinan Kaltim pada 2018 yang mengalami penurunan 0,02 persen dari 2017 yang mencapai 6,08 persen. Kini berada di level 6,06 persen. Namun, penurunan tingkat kemiskinan Kaltim ini masih perlu mendapat perhatian.

Cukup beralasan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengungkapkan, secara jumlah, penduduk miskin di perkotaan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari 102 ribu jiwa pada 2017 menjadi 108 ribu jiwa atau naik sekira 5,81 persen. Sedangkan di perdesaan mengalami penurunan dari 116 ribu jiwa pada 2017 menjadi 114 ribu jiwa atau turun minus 1,92 persen. “Secara spasial, wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak adalah Kukar,” katanya Rabu (20/3).

Dia menambahkan, pada 2018, terdapat 56 ribu jiwa penduduk miskin di Kukar. Sehingga menyumbang pangsa sebesar 25,84 persen total penduduk miskin Kaltim. Daerah yang memiliki jumlah penduduk miskin terbesar kedua adalah Samarinda dengan jumlah 39 ribu penduduk, dengan kontribusi mencapai 17,92 persen dari total penduduk miskin Kaltim.

“Selanjutnya, disusul Kutim sebanyak 33 ribu jiwa dengan pangsa 15,09 persen. Sementara itu, Mahulu merupakan daerah dengan jumlah penduduk miskin paling rendah, yakni sebanyak 3 ribu jiwa, atau 1,48 persen dari total penduduk miskin Kaltim,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini diperlukan kajian lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti bertambahnya penduduk miskin tersebut. Terlebih dalam laporan, pertambahan penduduk miskin di Kaltim justru terjadi di perkotaan. “Jangan-jangan pertambahan kemiskinan di kota karena orang baru pindah dari desa,” ungkapnya.

Program pengentasan kemiskinan, tambahnya, harus tetap jalan di desa dan kota. Sebab, pada prinsipnya, pemerintah bisa mendorong sektor ekonomi yang digeluti masyarakat. Cara ini, ampuh untuk menekan angka kemiskinan. Contohnya mendorong UMKM (usaha mikro kecil menengah) dan pertanian. Karena masyarakat banyak bergelut di dua sektor ini.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button