Kaltim

Didemo, Pabrik Semen Jalan Terus

“Enggak apa-apa. Bagus saja. Mereka (AMPK Kaltim) menyampaikan hal-hal yang menurut mereka benar. Dan benar itu. Enggak apa-apa. Bagus saja. Cuma tidak semua yang benar itu pas. Kan begitu. Paham maksud saya?” Isran Noor

SAMARINDA-Rencana membangun pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat terus menuai penolakan. Dampak kerusakan yang ditimbulkan jadi penyebab. Kemarin (25/3) sejumlah warga kembali menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

Penolakan pabrik semen di kawasan karst yang berlokasi di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), itu berasal dari Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) Kaltim.

Elemen gerakan warga itu terdiri dari 54 organisasi kemahasiswaan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kaltim. Humas AMPK Kaltim Andi Muhammad Akbar menyebut, ada beberapa alasan mengapa pihaknya menolak rencana tersebut. Pertama, megaproyek itu akan memberikan dampak pada mengikisnya sumber air warga yang bermukim di Desa Sekerat dan sekitarnya.

Kedua, bentang karst merupakan daerah resapan air bagi warga Sekerat dan Bengalon. Bila karst ditambang, akan memengaruhi air di daerah itu. Pelan tapi pasti, sumber-sumber air di daerah itu akan mengering. Bahkan dapat berdampak untuk jangka panjang.

Selain itu, bicara bentang karst, tidak bisa dilepaskan dari keanekaragaman hayati, flora, dan fauna di daerah itu. Keberadaan pabrik semen juga diyakini memberikan dampak buruk bagi lingkungan. “Karst ini memiliki nilai yang sangat tinggi. Pembentukan karst sangat lama,” sebutnya.

Atas beberapa pertimbangan itu, AMPK Kaltim mendesak Gubernur Isran Noor membatalkan rencana pembangunan pabrik semen itu. Termasuk mencabut semua izin usaha pertambangan (IUP) bermasalah yang beroperasi di sekitar kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat.

Akbar meyakinkan kalau gerakan tersebut adalah murni sebagai wujud kepedulian pihaknya terhadap kelestarian ekosistem dan lingkungan di kawasan karst. Menurutnya, tidak ada unsur kepentingan apapun dalam gerakan tersebut. Apalagi orderan dari golongan tertentu.

RICUH

Aksi penolakan terhadap pembangunan pabrik semen di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat kemarin berlangsung dalam tensi tinggi. Dimulai dari perusakan pintu gerbang kantor Gubernur Kaltim. Lalu berlanjut dengan aksi dorong-dorongan antara polisi dan pengunjuk rasa yang memaksa masuk ke halaman kantor gubernur.

Aksi yang berlangsung dari pukul 09.30–16.00 Wita itu juga diwarnai sejumlah insiden bentrokan. Mulai pelemparan batu hingga aksi saling memukul antarmassa aksi dengan pihak kepolisian yang mengawal demonstrasi tersebut.

Setidaknya terdapat sejumlah polisi mengalami luka-luka. Bahkan dua personel kepolisian terpaksa mendapatkan perawatan medis setelah terkena lemparan batu di bagian kepala. Kondisi serupa juga terjadi pada beberapa orang massa aksi. Bentrokan itu dipicu lantaran pengunjuk rasa memaksa menemui Gubernur Kaltim Isran Noor.

Sementara itu, Isran Noor menilai penolakan terhadap pembangunan pabrik semen sebagai hal yang wajar. Menurut dia, pro dan kontra dalam sebuah pembangunan sudah menjadi hal lumrah sehingga tidak menjadi persoalan.

“Enggak apa-apa. Bagus saja. Mereka (AMPK Kaltim) menyampaikan hal-hal yang menurut mereka benar. Dan benar itu. Enggak apa-apa. Bagus saja. Cuma tidak semua yang benar itu pas. Kan begitu. Paham maksud saya?” ujar dia kepada awak media.

Meski tidak menemui langsung massa aksi, Isran mengaku sudah mendengarkan dan mengetahui yang disuarakan para pengunjuk rasa. Dia pun sudah memiliki poin-poin yang dimaksud dalam aksi tersebut.

“Enggak apa-apa didengarkan saja itu. Bagus saja. Kan dia minta didengarkan oleh gubernur. Kan sudah saya dengarkan. Saya dengarkan di atas itu (ruang kerja gubernur),” imbuhnya.

Mantan bupati Kutim itu memastikan rencana investasi pembangunan pabrik semen di Sekerat akan tetap dilanjutkan. Bahkan realisasi atas kerja sama dengan PT Kobexindo dan Hongshi Holding Group ditargetkan bisa rampung dalam waktu dekat.

“Investasikan diperlukan. (Realisasinya) secepatnya. Itu mereka (AMPK) banyak enggak paham bahwa daerah itu tidak kena karst. Itu bukan kena karst. Yang karst itu ada di Sandaran. Kalau di situ (Sekerat) enggak ada,” sebutnya. “Hanya ada gunung-gunung tempat sarang burung. Tapi burungnya sudah enggak ada lagi. Sekarang burung-burungnya dibikinkan gedung oleh kalian semua,” tambah Isran.

Pembangunan pabrik semen yang akan dipromotori oleh investor asal Zhejiang, Tiongkok itu akan menelan investasi USD 1-2 miliar. Dengan luas lahan garapan mencapai 800 hektare. Izin penambangan kawasan oleh Hongshi Holding Group menggunakan izin yang sebelumnya dikantongi PT Kobexindo.

“Tapi kalau dilihat dari presentasinya, termasuk yang ramah lingkungan, nol debu. Kita bisa tidur di sebelah mesinnya. Ini akan menggandeng Kobexindo. Sifatnya konsorsium. Izinnya sudah lama. Dikeluarkan dari zaman Pak Awang Faroek Ishak (mantan gubernur Kaltim),” jelasnya.

Diketahui, pembangunan pabrik semen akan jadi yang pertama di Kaltim dan memiliki nilai investasi USD 1-2,1 miliar atau sekitar Rp 14,9 triliun hingga Rp 29,9 triliun. Jika proyek itu beroperasi, akan ada seribu tenaga kerja lokal yang diserap. Dengan produksi semen mencapai 8 juta ton per tahun. Saat ini luas kawasan bentang Karst Sangkulirang-Mangkalihat mencapai 194.172 hektare. Dari luasan itu, terdapat sekitar 822 ribu hektare kawasan karst yang diusulkan ditambang. (*/drh/rom/k16/kpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button