Kaltim

Target Tarik 51 Ribu Wisman, Berharap Hadirnya Rute Balikpapan-Tiongkok

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan menargetkan kunjungan wisatawan tahun ini bisa mencapai 51 ribu untuk wisatawan mancanegara (wisman) dan 2,9 juta wisatawan Nusantara (wisnus). Target tersebut lebih banyak dari realisasi kunjungan di 2018. Di mana jumlah wisman yang berkunjung hanya 47 ribu. Sementara untuk wisnus 2,8 juta.

Adapun nilai ekonomi atau nominal pencapaian dari pariwisata di 2018 adalah Rp 143 miliar. Yaitu dari sektor restoran, retribusi, dan hotel. Sedangkan target tahun ini sebesar Rp 147 miliar. “Target ini tentu naik dari tahun sebelumnya. Dengan terus sosialisasi dan promosi, khususnya wisman targetnya tahun ini 51 ribu, dan wisnus 2,9 juta,” ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Oemy Facessly, Senin (25/3).

Kendati terjadi penurunan jumlah kunjungan melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan di awal tahun sebesar 20 persen akibat beroperasinya Bandara APT Pranoto Samarinda, diyakini tidak memengaruhi capaian target.

“Kami yakin akan tetap tercapai, karena Balikpapan memiliki keunggulan sebagai kota MICE (meeting, incentive, convention and exhibition). Dan Balikpapan juga bisa menjadi wisata belanja dengan banyaknya mal dan pasar tradisional, kebun sayur, yang bisa menjadi pusat oleh-oleh,” beber Oemy.

Adapun destinasi unggulan pariwisata Balikpapan adalah Pantai Manggar, Kebun Raya Balikpapan, Hutan Lindung Sungai Wain, Mangrove Center dan wisata belanja. Untuk meningkatkan kunjungan wisman, Disporapar mendorong airline untuk membuka rute Balikpapan–Tiongkok. “Semoga dalam waktu dekat rute Balikpapan–Tiongkok segera terealisasi,” terangnya.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Salman Urip berharap, pemerintah daerah bisa serius mengembangkan pariwisata. Paling tidak, tarik beberapa event dulu ke Balikpapan. “Okupansi hotel, kontribusi dari pariwisata minim. Banyak urusan pekerjaan. Kalau dari pariwisata bisa digerakkan, bisa bernapas lega kita. Sekarang bisnis hotel yang penting bisa bertahan,” ujarnya. (aji/ndu/k15/kpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button