Feature

Nama Bayi-Bayi ini Pakai Nama Capres-Cawapres, Ini Harapan Orang Tuanya

Tak ada maksud politis di balik pemberian nama bayi-bayi ini. Semata bentuk rasa hormat orang tua masing-masing kepada Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

RAGIL PUTRI IRMALIA, Bandung Barat-AHMAD KHAIRUDIN, Sragen

BETAPA kaget para tetangga mendapat undangan itu. Memang, di situ tertulis bahwa hajatannya adalah syukuran kelahiran bayi. Tapi, kok yang mengundang Joko Widodo Ma’ruf?

’’Mereka mungkin tidak menyangka bahwa itu nama bayinya, hehehe,’’ kata Suwarno, ayah si bayi, kepada Jawa Pos Radar Solo.

Anak ketiga pasangan Suwarno dan Heni itu lahir pada 11 Januari lalu di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Sragen, Jawa Tengah. ’’Prediksi saat USG (ultrasonografi) cewek, tetapi setelah lahir ternyata cowok. Karena belum menyiapkan nama laki-laki, ya sudah, kasih nama idola saya, Joko Widodo Ma’ruf,’’ kata warga Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, itu kepada Jawa Pos Radar Solo.

Nama panggilannya pun sama dengan calon presiden nomor urut 01, Jokowi. Dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini, Jokowi berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin.

Tak butuh waktu lama bagi Joko Widodo Ma’ruf untuk mendapatkan penantang. Sekitar dua bulan berselang, di Bandung Barat, Jawa Barat, persisnya 20 Maret lalu, lahirlah Muhammad Prabowo-Muhammad Sandiaga.

Bayi kembar identik putra pasangan Dede Wahyudin-Elis Nurlatifah itu hanya terpisah 3 menit. Bowo dulu yang lahir, disusul Sandi.

Sejak istrinya hamil, Dede memang berencana memberi si bayi kelak dengan nama Prabowo Subianto. Itu jika terlahir laki-laki. Ternyata beneran lahir laki-laki. Plus bonus satu bayi laki-laki lagi.

Akhirnya, dipilihlah M. Prabowo dan M. Sandiaga sebagai nama kedua bayi yang lahir di RSUD Cilin, Kabupaten Bandung Barat, tersebut. Prabowo dan Sandiaga adalah nama paslon nomor urut 02 dalam pilpres yang berlangsung pada 17 April nanti.

’’Saya kagum dengan Pak Prabowo sejak Pemilu 2014. Sejak itu, saya selalu ikuti perkembangannya, termasuk nonton beliau debat di televisi,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos di rumahnya di Kampung Bojongloa, Desa Pasirpagor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

Tapi, setidaknya sampai saat Jawa Pos bertandang ke rumahnya pada 24 Maret lalu, Dede masih sulit mengenal mana yang Bowo, mana yang Sandi. Sebab, keduanya memang seperti pinang tak berbelah. Lha wong kembar identik.

Tidak demikian sang istri. Dari jarak agak jauh pun, dia bisa membedakan mana yang Bowo, mana yang Sandi. Caranya? Dari tingkah polahnya.

’’Bowo itu lebih kuat, lebih aktif. Sedangkan Sandi lebih kalem dan santai,’’ ucap Elis, lantas tertawa.

Apalagi kalau sudah menangis, lebih gampang lagi. ’’Bowo nangisnya lebih kuat,’’ katanya.

Selain itu, menurut Elis, Bowo-Sandi memiliki perbedaan pada raut wajah mereka. Kalau Bowo, wajahnya agak lembut dan lonjong. ’’Sering dibilang manis sama orang-orang. Kalau Sandi, wajahnya kayak cowok banget dan bulat,’’ ungkap anak keenam di antara sembilan bersaudara itu.

Suwarno maupun Dede dan istri masing-masing sama sekali bukan pengurus partai. Apalagi anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf atau Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Suwarno sehari-hari bekerja serabutan. Kalau tidak bertani, ya membuat batu bata. Adapun Dede, dia bekerja serabutan.

Jadi, kekaguman mereka kepada Jokowi dan Prabowo tak ada maksud ’’politis’’. Pemberian nama anak-anak tersebut murni bentuk rasa hormat mereka kepada sosok-sosok yang dikagumi.

’’Mereka (Suwarno dan Heni) sebatas ngefans. Itu ibunya si bayi teman saya waktu jadi TKW (tenaga kerja wanita, Red), baru pulang dua tahun lalu,” kata Sri Wahyuni, salah seorang tetangga.

Di mata Suwarno dan Heni, Jokowi sosok yang cerdas dan sabar. Juga, seorang pemimpin tangguh. ’’Berani menghadapi berbagai masalah bangsa,’’ tegas pria 51 tahun itu.

Begitu pula kekaguman Dede dan Elis kepada Prabowo. ’’Saya suka dengan sosok beliau sebagai pemimpin,’’ kata Dede, 38, yang bersama Elis, 29, sama-sama belum pernah bertemu Prabowo.

Bowo-Sandi bukan anak pertama Dede dan Elis. Sebelumnya, mereka dikaruniai seorang anak perempuan bernama Keysa Ghaida Jihan Izzati yang lahir pada 2011. Namun, Keysa meninggal pada 2015 karena demam.

Yang membuat Dede bingung, bagaimana nama anaknya bisa sampai tersebar luas. Padahal, dia hanya mengabari keluarga mengenai kelahiran Bowo dan Sandi melalui grup WhatsApp.

Dan, sama sekali tak bermaksud mencari sensasi. ’’Saya cuma ingin nama itu bisa jadi doa buat anak-anak saya nanti. Bisa sukses seperti Pak Prabowo dan Pak Sandiaga juga,’’ ungkap.

Demikian pula Suwarno. Dia pun berharap si Jokowi bayi bisa mengikuti jejak Jokowi dewasa. ’’Semoga nanti bisa mengangkat derajat orang tua,’’ harapnya. (*/c5/ttg/jpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button