Nasional

Adu Program Menuju Debat Pilpres Terakhir (2): Reformasi Fiskal dan Desain Ulang APBN

Bidang keuangan dan investasi mendapat perhatian serius dua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan melanjutkan reformasi struktural dan fiskal. Sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mendesain ulang anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

———

Di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi), pemerintah telah melakukan pembenahan di bidang keuangan dan investasi. Karena itu, fokus lima tahun ke depan ialah melanjutkan reformasi struktural dan fiskal. ”Selama ini sudah on the track, tinggal meneruskan saja,” terang Eva Kusuma Sundari, influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, kepada Jawa Pos kemarin (8/4).

Struktural berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Misalnya perizinan. Menurut Eva, Jokowi sudah melakukan lompatan cukup tinggi dalam pembenahan perizinan untuk menciptakan iklim usaha yang lebih baik. ”Reformasi struktural dan kemudahan berusaha dilakukan berbasis teknologi informasi,” katanya.

Selain pembenahan struktural, perbaikan kebijakan fiskal juga terus dilakukan. Tujuannya ialah menghadirkan APBN yang sehat, adil, dan mandiri serta mendukung peningkatan kesejahteraan dan penurunan tingkat kesenjangan. ”Kami akan terus menyempurnakannya,” tegas anggota DPR itu.

Jokowi juga akan memperkuat sinergi tiga pilar: kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. Hal tersebut dilakukan untuk memperbaiki ketersediaan sumber pembiayaan, menurunkan tingkat suku bunga, sekaligus mendorong produksi nasional.

Sementara itu, kubu Prabowo-Sandi menganggap isu keuangan sangat berkaitan erat dengan struktur APBN. Karena itu, fokus mereka ke depan ialah perubahan struktur APBN. ”Kami akan mendesain ulang APBN agar lebih kredibel, efektif, dan transparan. Kinerja APBN harus berbanding lurus dengan kerja ekonomi nasional,” kata Handi Risza, jubir bidang ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Menurut Handi, Prabowo maupun Sandi kerap memaparkan bagaimana desain ulang APBN itu. Salah satunya terkait dengan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) dan infrastruktur. Dua hal tersebut akan tetap dijalankan dengan sejumlah perbaikan demi menjamin kesejahteraan masyarakat.

”Kami akan menghitung ulang alokasi anggaran untuk belanja barang, pegawai, dan modal. Agar bisa memberikan gambaran tentang kualitas APBN yang lebih terukur,” ujarnya.

Di bidang investasi, Handi menegaskan, komitmen Prabowo-Sandi ialah meningkatkan investasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, pertumbuhan investasi sepanjang 2018 hanya 4,1 persen. Turun jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan 2017 yang mencapai 13, 1 persen.

Karena itu, pihaknya akan melakukan transformasi struktural terhadap kebijakan investasi dan penanaman modal. Ke depan, Prabowo-Sandi bakal membangun iklim investasi yang kondusif. ”Kami akan evaluasi hambatan-hambatan struktural yang selama ini menghambat masuknya investasi dan penanaman modal selama empat tahun terakhir,” tandasnya. (lum/bay/c9/fat/jpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button