Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Nasional

Tersangka Penganiaya AU Mengaku Trauma

KASUS penganiayaan terhadap AU (audrey) menjadi viral di media sosial. Namun, Kapolresta Pontianak Kota Kombespol Muhammad Anwar Nasir menyatakan, tidak semua yang beredar luas benar. Salah satunya informasi tentang jumlah penganiaya 12 orang. “Yang ada tidak 12, hanya 3,” katanya.

Satu di antara tujuh pelajar yang dihadirkan di mapolresta kemarin juga mengaku telah menjadi korban atas tuduhan yang keliru. “Saya dituduh sebagai pelaku. Padahal, saya tidak di lokasi,” ungkapnya.

Mereka juga mengaku mendapat intimidasi setelah kasus tersebut viral. Di media sosial, mereka memperoleh banyak komentar dari netizen. Bahkan, dengan kata-kata yang tidak pantas. “Kami juga menjadi korban,” kata salah seorang pelajar.

Meski begitu, tersangka mengakui perbuatannya terhadap AU. Tersangka menyebut dua lokasi penganiayaan. Di lokasi pertama, korban dianiaya satu tersangka. Lalu, di lokasi kedua, penganiaya melibatkan dua orang. Tiga orang itulah yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut keterangan salah seorang tersangka,penganiayaan itu bermotif sakit hati. Dia menyebutkan bahwa korban kerap mengungkit-ungkit persoalan piutang yang pernah dilakukan almarhumah ibu tersangka. “Dia suka bilang bahwa mama saya suka pinjam uang,” katanya.

Dia mengakui bahwa AU adalah temannya. “Kalau AU tidak membuat omongan seperti ini, saya juga tidak akan melakukan hal ini. Saya kesal sampai saya tidak bisa mengontrol emosi,” ucapnya.

Sebelum memberikan keterangan di mapolresta, keluarga dan para pelaku penganiayaan mendatangi kantor KPPAD Kalbar untuk meminta perlindungan.

Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati mengungkapkan, para pelaku mengalami trauma berat akibat ancaman. “Kami didatangi pihak keluarga pelaku sejak tadi pagi (kemarin, Red). Mereka datang karena ingin mengungkapkan si pelaku ini sekarang sedang dalam tekanan luar biasa,” ujarnya. (var/sti/far/lyn/wan/idr/c9/c10/fal)

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Comment

Back to top button