Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Nasional

Pembantaran Rommy Misterius, KPK Jadi Sorotan

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat sorotan. Itu lantaran sampai saat ini, tersangka suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy alias Rommy masih menjalani pembantaran di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati tanpa alasan yang jelas perihal penyakit yang diderita. Di sisi lain pihak Rommy justru mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan ketika masa pembantaran itu.

“Ini (pembantaran Rommy, Red) cukup misterius,” kata pakar hukum pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad kepada Jawa Pos, kemarin (14/4). Pembantaran Rommy dilakukan sejak awal bulan lalu. Menurut pihak RS Polri, mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengalami sakit di bagian pencernaan. “Kalau sudah tidak ada alasan apapun, pembantaran bukan pilihan lagi,” ujar Suparji.

Secara umum, kata Suparji, pembantaran Rommy bisa menjadi yuris prudensi yang tidak baik di KPK. Pasalnya, selama ini KPK hampir tidak pernah memberikan pembantaran kepada tahanan. “Selama ini KPK tidak terlalu banyak mengobral pembantaran pada tahanan. Misalnya dulu ada tahanan yang mengadu sakit, tapi toh hanya diberikan rawat jalan,” ungkapnya.

Selain dapat menghambat pemeriksaan Rommy, pembantaran yang sudah hampir dua minggu itu dapat menimbulkan kecemburuan di kalangan tahanan KPK. KPK pun bisa dianggap tidak tegas dalam mengungkap kasus suap jual beli jabatan di Kemenag yang menjadi perhatian publik tersebut. “Perlu pengawasan independen terhadap apa yang sebenarnya dialami Rommy ini agar publik tahu,” imbuh dia.

Suparji pun mencurigai adanya korelasi antara pembantaran dan pengajuan praperadilan Rommy di PN Jaksel. Menurut dia, dua hal itu menimbulkan kesan yang tidak baik di mata publik. “Pembantaran tidak jelas, terus kemudian ada praperadilan ini,” tuturnya. Rencananya, praperadilan di PN Jaksel akan digelar pada 22 April mendatang.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button