Bontang

Jelang Ramadan, Tiga Harga Komoditas Alami Kenaikan

BONTANG – Jelang Ramadan tiga bahan pangan mengalami kenaikan harga. Kondisi ini diperparah dengan minimnya stok ketiga komoditas tersebut.

Tiga komoditas pangan yang mengalami kenaikan yakni bawang merah Rp 40 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 30 ribu perkilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabe rawit kecil dengan harga Rp 38 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 30 ribu per kilogram. Yang juga naik harga adalah bawang putih Rp 55 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 46 ribu per kilogram.

Sudirman, pedagang sayuran di Pasar Sementara Rawa Indah mengatakan rata-rata kenaikannya sudah selama sebulan terakhir. Ia tak mengetahui pasti alasan kenaikan bahan pangan. “Biasanya menjelang Ramadan memang naik, tetapi ini ada isu mau turun lagi harganya,” kata Sudirman, Kamis (25/4).

Kenaikan harga pangan mempengaruhi omzet penjualannya, karena banyak pembeli yang mengeluh lantas mengurangi pembelian. “Yang langganan beli dua kilogram, sekarang hanya setengah kilogram saja,” ujarnya.

Kenaikan harga juga terjadi di Pasar Taman Telihan. Yohana Tandibua mengaku kenaikan harga bawang putih membuatnya tak menyediakan jenis bumbu yang sangat penting itu. Ia beranggapan kenaikan harga bawang dikarenakan semua sibuk pemilu dan tidak memperhatikan harga komoditas. “Naik sudah dua pekan, sebelumnya hanya Rp 30-35 ribu per kilogram, harga di agen mahal, makanya saya enggak berani ambil, sudah sepekan kosong (stoknya),” kata Yohana.

Meski harga bawang putih meroket, ia mengaku masih banyak pembeli yang mencari. Mengingat orang butuh bawang putih untuk bumbu berbagai masakan biarpun harganya mahal. “Mungkin sibuk pemilu, orang tidak perhatikan harga barang, karena kalau jelang puasa memang ada kenaikan tapi tidak sebanyak itu loncatnya (kenaikannya),” terang dia.

Pada komoditas daging, terdapat kenaikan di daging ayam dari Rp 22 ribu per kilogram, menjadi Rp 27 ribu. Kenaikan perekornya yakni Rp 38-40 ribu yang kecil, menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Untuk ukuran besar dari Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram. “Agak susah cari stoknya. Biasa dapat 300-400 ekor, ini hanya 200 ekor,” terang pedagang ayam, Amet.

Salah satu pembeli, Saka, warga RT 12, Kelurahan Gunung Telihan, mengaku kenaikan harga pangan sangat terasa karena ia harus menyiapkan uang belanja lebih besar. “Sehari bisa lebih dari Rp 50 ribu, padahal biasanya uang Rp 100 ribu bisa untuk belanja tiga hari,” jelasnya. (mga/far/k18/kpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button