Nasional

Polri Klaim May Day Aman, Padahal di Bandung Terjadi Intimidasi pada Dua Wartawan

JAKARTA – Polri mengklaim peringatan hari buruh atau May Day di Indonesia berlangsung tanpa kejadian menonjol kemarin. Padahal, di Bandung terjadi intimidasi terhadap wartawan yang sedang meliput aksi buruh.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, peringatan May Day di Jakarta sangat kondusif. Unjuk rasa yang diadakan di delapan titik berjalan damai. ”Tidak ada kejadian menonjol,” katanya. Menurut dia, peringatan May Day di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung juga lancar. Bahkan, serikat buruh banyak yang menggelar kegiatan lomba dan giat sosial.

Polri mengerahkan personel keamanan bersama dengan jajaran TNI dan satpol PP. Kendati peringatan May Day digelar saat proses penghitungan suara pemilu masih berlangsung, tetap tidak ada gangguan apapun. ”Karena itu, Polri berterima kasih kepada semua pekerja,” ucapnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Bandung. Dua wartawan mengalami kekerasan fisik dan verbal. Mereka adalah wartawan foto Tempo bernama Prima Mulai dan wartawan Freelance Iqbal Kusumadireza. Awalnya, Prima dan Iqbal meliput peringatan buruh di kawasan Gedung Sate. Mereka memantau pergerakan buruh sekitar pukul 11.30. Saat berada di Jalan Singaperbangsa, keduanya melihat keributan antara anggota kepolisian dengan massa yang berbaju hitam. Insting jurnalis mereka pun menyala. Keduanya lantas mengambil gambar peristiwa tersebut.

Setelah itu, mereka pindah lokasi untuk mengabadikan kejadian lain. Namun, tiba-tiba mereka didatangi beberapa anggota polisi. ”Mereka menggunakan sepeda motor Klx berplat nomor D 5001 TBS,” terang Reza. Polisi itu menanyakan identitas keduanya. Meski telah menunjukkan kartu pers, anggota polisi itu tak peduli. Mereka malah mengambil paksa kamera dua wartawan itu. ”Oknum polisi itu menghapus foto-foto kami,” jelasnya. Dalam kejadian itu, Reza mengaku mengalami kekerasan fisik. Sedangkan Prima mendapatkan ancaman.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombespol Irman Sugema mengatakan, kejadian itu diduga dikarenakan keduanya tidak mengenakan kartu pers. ”Karena saat kejadian, kepolisian sedang mengamankan remaja berpakaian hitam, mereka ada juga yang mengambil gambar,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya telah berkomunikasi dengan dua wartawan yang menjadi korban tersebut. Soal tindakan pada anak buahnya yang brutal itu, Irman berjanji memprosesnya sesuai aturan. ”Dilihat dulu apakah ini pelanggaran etika atau pidana,” jelasnya. (idr/oni/jpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button