Bontang

Kecuali Bawang Putih, DKP3 Pastikan Harga dan Stok 11 Bahan Pokok Aman

BONTANG – Empat hari menjelang ramadan, sejumlah komoditas di pasaran Kota Bontang mengalami perubahan harga. Bahkan pasokan dan stok terbatas. Salah satunya bawang putih yang harganya meroket mencapai Rp 100 ribu perkilogramnya.

Meski begitu, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang memastikan ketersediaan dan harga 11 komoditas lainnya aman. Ini merupakan hasil pemantauan di tiga pasar tradisional, yakni Pasar Rawa Indah, Telihan, dan Citra Mas Loktuan, Kamis (2/5/2019)

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Muhammad Aspiannur mengatakan, selain bawang putih yang mengalami kenaikan, juga terdapat komoditas lainnya, yaitu cabai besar yang mencapai 27,4 persen atau harga perkilonya saat ini Rp 37 ribu.

“Yang parah itu bawang putih karena stoknya kosong. Bergejolak di atas 100 persen, ” katanya kepada bontangpost.id.

Dirinya menjelaskan, setiap tahunnya menjelang ramadan tentu terdapat perubahan maupun ketersedian bahan pokok. Kemudian komoditasnya tersebut berubah-ubah, tidak terjadi pada satu bahan pokok saja.

“Memang seperti itu kalau mau bulan puasa. Tapi biasanya bukan bawang yang seperti ini,” ucapnya.

Sebelas komoditas yang harga maupun stoknya dipastikan stabil, di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, kacang tanah, jagung pipil, kedelai, bawang merah, cabe rawit, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam.

Hasil pantauan DKP3 Bontang dan sejumlah stakeholder lainnya, harga bahan pokok rata-rata terbilang stabil. Kecuali bawang putih dan cabai besar.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga bawang putih di pasaran Kota Taman mengalami kenaikan yang cukup drastis. Tak tanggung-tanggung, harga saat ini tembus hingga Rp 100 ribu per kilogramnya yang dijualkan pengecer kepada konsumen.

Seperti yang diutarakan Kadi, salah satu pengecer bawang putih dan merah di Pasar Rawa Indah. Jika pekan lalu harga bawang putih masih pada harga yang terjangkau, yakni Rp 37.500. Akan tetapi semakin mendekati bulan ramadan justru semakin merangkak naik.

“Bawang putih memang lagi mahal,” katanya kala ditemui media ini di Pasar Rawa Indah.

Dia mengatakan, salah satu pengaruh kenaikan harga tersebut lantaran ketersedian bawang putih yang minim, bahkan kosong. Kadi mengaku bawang yang diecerkan itu diambil dari luar Kalimantan, yakni Sulawesi, Surabaya, dan India. (mam)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button