BontangFeature

Serba-Serbi Hasil Rekapitulasi Suara Pileg DPRD Bontang (2): Dewan Termuda, Lolos Parlemen Tanpa Petahana

Tanpa paksaan pihak lain, namun atas dorongan diri sendiri, di usianya yang baru genap 25 tahun, Junaidi lolos meraih salah satu kursi parlemen DPRD Bontang dengan mulus. Hasil perolehan suaranya sebagai pendatang baru, dinilai signifikan.

MEGA ASRI, Bontang

Junaidi, pemuda kelahiran Bontang, 22 Januari 1994 silam itu, ingin membuktikan kualitas dirinya pada kontestasi Pemilu 2019. Dilamar sebanyak enam partai politik, Junaidi akhirnya berlabuh pada partai yang diketuai oleh orang nomor dua di Bontang, Basri Rase.

Partai yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid itu menjadikannya lolos dengan mulus ke kursi parlemen. Hal tersebut lantaran Ijul—sapaannya—tak memiliki lawan petahana sesama partai. Alasan itu pula yang membuatnya lebih memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dibanding lima partai lainnya.

“Saya memilih PKB karena peluangnya lebih besar, dan yang terpenting tidak ada petahana, serta memiliki ketua DPC yang baik,” aku Ijul saat disambangi di kediamannya.

Dengan mesin partai PKB, Junaidi sebagai caleg di dapil 3, Bontang Utara mampu meraih suara sebanyak 1.981 suara dari hasil C1. Meskipun saat diplenokan di tingkat PPK suara yang diperolehnya sebanyak 1.969, atau paling tinggi di antara caleg PKB di Bontang Utara. “Saya diminta langsung oleh pak Basri sebanyak dua kali, dulu saat beliau masih di Hanura, dan datang lagi saat beliau sudah di PKB,” imbuhnya.

Sebelum akhirnya bertarung pada Pileg 2019 ini, Ijul mengaku sudah memiliki keinginan pada 5 tahun lalu. Namun kala itu, usianya belum mencukupi karena baru 20 tahun, sementara aturan pencalonan minimal usia 21 tahun. “Kalau orang tua mendukung saja, tergantung anaknya. Kebetulan tahun ini saya siap mengikuti kontestasi di Pileg DPRD Bontang,” ungkap anak ketiga dari empat bersaudara.

Selama tahapan kampanye, Ijul mengaku melakukan sosialisasi hanya di keluarga besar, serta para kerabatnya. Ia dan keluarganya mengerahkan para karyawan perusahaan bapaknya untuk meraup suara. Caranya dengan mengumpulkan para keluarga dari karyawan perusahaannya. “Dari 11 caleg di Utara, saya memang yang paling sering sosialisasi, tercatat diatas 10 kali yang dilaporkan, yang tidak berizin malah lebih banyak,” ungkapnya.

Saat sosialisasi, Ijul tak pernah menjanjikan apapun ke massanya. Ia hanya memberikan pemahaman bagaimana caranya agar penghasilan warga Bontang bisa merata. Mengingat Bontang dikenal sebagai kota kaya di Indonesia, namun fakta di lapangan tidak sebanding dengan data yang ada. “Saya lebih ke pemahaman ideologi, cara membangun kota seperti apa. Saya tidak mau janji, dan ingin menawarkan pemerataan pendapatan penduduk Bontang dengan mendorong ekonomi lokal,” bebernya.

Ketimpangan ekonomi yang terjadi saat ini di Bontang, akan ia upayakan untuk pemerataan. Ketika dirinya benar-benar sudah mendapat amanah di lembaga legislatif, maka Ijul akan mendorong eksekutif untuk melakukan peningkatan ekonomi. “Saya mendorong eksekutif, menyetujui anggaran untuk bantuan, seperti mesin bagi nelayan. Itu yang saya tawarkan, bukan janji,” imbuh lelaki yang hobi olahraga angkat beban.

Sasaran sosialisasinya pun, tak hanya ke pemuda. Ijul justru lebih percaya atau mengerahkan The Power of Emak-Emak. Menurutnya, ibu-ibu bicaranya lebih banyak dibanding laki-laki, dan tentu akan lebih didengarkan. “Jadi kami masuk ke ibu-ibu. Saya pikir cara Sandiaga Uno itu pintar, menjadikan ibu-ibu sebagai marketing,” ujar seorang Marketing di perusahaan milik orang tuanya.

Digadang-gadang bakal jadi unsur pimpinan di gedung parlemen Kota Bontang, Ijul mengaku sudah siap. Ia menyebut sesuai komitmen Ketua DPC PKB, Basri Rase, bahwa siapa pun calegnya yang meraih suara terbanyak maka ia yang layak menduduki kursi unsur pimpinan. “Dan hal itu bakal ditepati oleh Pak Basri dengan mengirimkan hanya nama saya ke DPC PKB Provinsi Kaltim,” tutur caleg yang masih single ini.

Jika sudah dilantik, Ijul siap memperjuangkan seluruh perbaikan jembatan Bontang Kuala, untuk kenyamanan mobilisasi yang berimbas pada peningkatan roda ekonomi.(bersambung/prokal).

Sumber
Prokal
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button