Bontang

Pelaku Usaha di Bontang Respons Cuitan Menteri Susi

BONTANG – Sejumlah pelaku usaha rumah makan di Bontang Kuala menanggapi cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti. Mereka membantah membuang sampah ke laut.

Priyo Handoko selaku pengelola Cafe Kapal, misalnya. Dia mengaku jika dua tahun terakhir atau selama dirinya mengelola kafe tersebut tak pernah membuang sampah ke laut.

Sampah yang ada di Cafe Kapal dibawa ke tempat sampah yang sudah disediakan setelah kafe tutup sekira pukul 23.00 Wita. “Paling sisa makanan aja (yang dibuang ke laut). Kalau sampah plastik tidak pernah. Begitu kafe tutup, sampahnya kami bersihkan lalu dibawa ke tong sampah depan kafe,” jelasnya.

Terpisah, Johan, pengawas Kafe Jimbaran pun mengatakan seluruh karyawan sudah diarahkan untuk membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. “Kalau di tempat lain saya tidak memantau. Karena jauh dari kafe,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Aji Erlynawati menyayangkan jika hal ini benar terjadi terhadap pelaku usaha kafe dan restoran.

“Seingat saya dari bagian kebersihan sudah ada petugas untuk mengangkut sampah di pesisir. Termasuk di Bontang Kuala. Sangat disayangkan,” ucapnya.

(Baca juga: Menteri Susi Cuit Restoran di Bontang Kuala Buang Sampah ke Laut)

Pihaknya pun mengimbau agar tetap dilakukan pengawasan yang ketat agar tidak membuang lagi sampah ke laut. Serta dilakukan iimbauan secara rutin kepada pelaku usaha maupun masyarakat.

“Melalui masjid dimumkan saja pada waktu-waktu tertentu untuk mengingatkan,” tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan, dua hari belakangan ini Bontang Kuala menjadi pembicaraan hangat di Twitter. Gara-garanya postingan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menteri yang dikenal energik itu menuliskan laporan yang dikirim pengunjung kepada dirinya.

“Selamat malam bu susi, saya ingin menyampaikan keprihatinan saya di kota bontang, tepatnya bontang kuala dikarenakan ada beberapa restaurant dan salah satunya cukup terkenal sering membuang sampah plastik langsung ke laut. saya yang berdomisili di Balikpapan turut prihatin.”

Cuitan Susi pun mendapat berbagai respons dari warganet. (mam)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button