Bontang

TPID Usul Tambahan Lokasi Operasi Pasar

Operasi pasar elpiji melon resmi berakhir pada Jumat (8/9) kemarin dengan ditutup di Kelurahan Kanaan dan Bontang Lestari. Akan tetapi Kasubag Ekonomi selaku Koordinator Sekretariat untuk Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Bontang, Aguswati menuturkan masih mengupayakan menggelar kembali di beberapa titik. “Saya sudah koordinasi dengan agen agar lanjut di beberapa titik, contohnya Berbas Pantai dan Guntung,”ungkapnya.

Hal ini dikarenakan beberapa warga di daerah tersebut harus ikut mengantre di daerah lain. Akibatnya banyak yang belum terakomodir dikarenakan membludaknya warga yang menginginkan penukaran tabung gas tiga kilogram tersebut.

“Masyarakat Berbas Pantai kemarin harus datang ke Tanjung Laut sedangkan di sana sudah membludak. Sementara warga Guntung juga harus rela menukar ke Kelurahan Lhoktuan,” tambahnya.

Disamping itu, sebagai antisipasi kelangkaan tabung gas melon di kemudian hari, Pemkot telah mempersiapkan beberapa strategi. Salah satunya yakni mengadakan sosialisasi kepada pengguna tabung gas dari pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kita pelan-pelan akan mengadakan sosialisasi ke semua pelaku usaha yang bukan mikro bahwa mereka wajib menggunakan tabung gas 5,5 kilogram ke atas,” ujarnya.

Adapun yang dikategorikan usaha kecil dan menengah ialah pelaku usaha yang memiliki kekayaan di atas Rp 50 juta dan capaian omzet per tahunnya di atas Rp 300 juta. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

“Rumah makan, kafe, dan hotel tidak diperbolehkan menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram karena itu bersubsidi. Apabila setelah sosialisasi tetap dilanggar kita akan menjatuhkan sanksi,” tambahnya.

Beberapa penyebab kelangkaan tabung gas melon juga dianalisis olehnya, salah satunya akibat beberapa warga Kutai Timur yang membeli tabung gas tersebut di Kota Taman. Misalnya masyarakat yang berdomisili di Sidrap dan jalan poros Bontang-Samarinda.

“Itu kan datanya bukan penduduk Bontang, jadi lumayan loh Sidrap dengan jalan poros belanjanya untuk elpiji 3 kilogram di Bontang. Jadi, itu mengurangi,” paparnya.

Selain itu, salah sasaran pengguna tabung melon juga indikasi kuat langkanya pengguna. Padahal sebelumnya Pemkot Bontang telah mengajukan penambahan kouta sebanyak 5 persen tepatnya sebelum Iduladha.

“Bontang dapat 18.144 tabung gas tiga kilogram per bulan. Seharusnya dengan penambahan 5 persen itu melebihi karena 18.000 itu dengan asumsi usaha mikro itu sebulan 15 tabung loh, orang tidak mampu tiga tabung pada kenyataannya satu tabung saja tidak ter-cover, ini pekerjaan rumah kita terutama dengan kepolisian,” ulasnya.

Di sisi lain, diperlukan pengawasan kepada tempat pangkalan dan pengecer tabung gas. Titik rawan terjadinya permainan bukanlah di agen melainkan di kedua obyek tersebut.

“Kalau distributor aman saja, karena Pertamina bisa memantau langsung. Jadi kita justru perlu turun ke pangkalan dan pengecer. Apakah sesuai kouta dan tidak ada penambahan harga,” tukasnya. (*/ak)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button