Breaking News

Piala Soeratin U-17, Bontang Gilas Mahulu 

Ulul Asmi Tampil Perkasa, Sepuluh Gol Tanpa Balas

SAMARINDA – Pembukaan kompetisi sepak bola U-17 piala Soeratin zona Kaltim di Stadion Palaran, Samarinda Seberang, mempertemukan Bontang dan Mahakam Ulu (Mahulu), Minggu (17/9) sore kemarin. Pada pertandingan itu, tim Bontang berhasil menekuk Mahulu dengan skor telak 10 gol tanpa balas.

Pahlawan di balik kemenangan tim asuhan Matuliang ini, tak bisa dilepaskan dari striker anyar mereka, Ulul Asmi. Pemain dengan nomor punggung 10 ini tampil perkasa dengan memborong 7 gol, dari total 10 gol yang bersarang di gawang Mahulu U-17.

Mengawali pertandingan di bawah guyuran hujan, Asmi berhasil mencatatkan nama di papan skor pada menit kedua setelah menerima umpan manis dari pemain nomor 13 M Yoan. Berselang empat menit kemudian, pemain berpostur 165 sentimeter itu kembali mencetak gol kedua setelah berhasil melewati hadangan dua bek pemain Mahulu U-17.

Pada menit kesembilan, giliran Deva Pradita Tegar yang mencatatkan nama di papan skor pertandingan. Pemain nomor 7 tersebut menyarangkan si kulit bundar ke gawang Mahulu yang dijaga Risky, setelah mendapatkan umpan dari Alwan Kurnia.

Tidak ingin jadi bulan-bulanan, tim yang dilatih Aswan ini kemudian memperkuat sisi pertahanan dengan memasukan pemain nomor 3, M Rizky menggantikan nomor 11, M Yuda. Namun solidnya permainan Bontang U-17 membuat tim Mahulu U-17 keteteran.

Alhasil, menit 26 Bontang berhasil menambah skor. Gol kembali datang dari kaki Ulul Asmi dan sekaligus membuatnya mecetak hattrick. Lalu di menit 41, giliran Alwan Kurnia yang mencetak gol. Hasil ini sekaligus menutup babak pertama dengan skor 5-0 untuk kemenangan Bontang.

Memasuki babak kedua, kiper Mahulu U-17 Risky kembali dipaksa memungut bola yang bersarang di gawangnya. Ya, pada menit 49, Ulul Asmi berhasil menambah koleksi menjadi 4 gol. Tidak hanya di situ, remaja kelahiran Bontang ini lagi-lagi berhasil mencetak gol di menit 54 setelah pemain Mahulu melanggar pemain Bontang di kotak terlarang, sehingga berbuah penalti.

Gol keenam dan ketujuh dicetak Asmi pada menit 55 dan 58. Memasuki menit 78, coach Matuliang menarik Asmi dan menggantinya dengan pemain nomor 19 Isra Miras. Adapun gol ke 10 Bontang datang dari kaki Haidil. Pemain nomor 9 ini mencetak gol setelah memperdaya kiper Mahulu di menit 85.

Dalam pertandingan ini, baik Bontang dan Mahulu sama-sama memperagakan permainan terbuka. Di laga ini Bontang cukup dominan dalam penguasaan bola dengan mengandalkan pola permainan umpan-umpan pendek. Sementara Mahulu hanya mengandalkan serangan balik cepat.

Pelatih Bontang U-17 Matuliang memuji permainan anak asuhannya cukup baik dan solid. Kendati demikian, dia meminta supaya anak didiknya tidak jumawa. Karena Selasa (19/9) esok, Bontang akan bertemu tim kuat Samarinda yang juga tuan rumah.

“Kemenangan ini kami syukuri. Ini hasil kerja tim. Belajar dari pertandingan hari ini (Kemarin, Red.) untuk menatap pertandingan selanjutnya,” katanya.

Dia mengaku, dalam permainan bola tidak ada pemain lemah. Semuanya sama-sama punya potensi dan kelebihan masing-masing. Karenanya, dia meminta anak asuhnya tidak menurunkan kewaspadaan dan konsentrasi disetiap pertandingan.

“Pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan yakni ketenangan pemain, khususnya saat melakukan transisi dan merebut bola dari lawan. Di situ pemain banyak kehilangan bola dan akan kami evaluasi,” ungkapnya.

Sebagai seorang pelatih, Matuliang memuji penampilan apik Ulul Asmi. Menurutnya, pemain nomor 10 tersebut adalah striker masa depan yang dimiliki Kota Taman. Bahkan tidak menutup kemungkinan, ujung tombak timnya tersebut akan jadi salah satu pilar tim nasional (timnas) Indonesia di masa mendatang.

“Dia (Azmi, Red.) memang punya bakat yang luar. Ketika memegang bola, dia sangat tenang sebagai striker. Terutama saat mengeksekusi bola,” tuturnya.

Sementara pelatih Mahulu U-17 Aswan mengaku, pada dasarnya anak asuhnya telah bermain cukup baik. Mengingat persiapan timnya cukup minim dan terbatas. Pasalnya, skuat Mahulu U-17 hanya dipersiapkan selama tiga hari sebelum mengikuti kompetisi piala Soeratin.

“Walaupun kami kalah. Tapi saya menghargai setiap usaha yang sudah dilakukan tim. Mereka tampil baik walaupun tidak ada persiapan yang matang. Pada pertandingan selanjutnya, kami akan berupaya menampilkan yang terbaik,” tandasnya. (drh)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button