Breaking News

Sawit Ungguli Tambang, Dalam Bidang Perekonomian Kaltim 

SANGATTA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, keberadaan pertambangan batu bara di Katim khususnya di Kutim tak lebih baik dibanding dengan perkebunan kelapa sawit.

Meski diakui,  kontribusi tambang batu bara secara statistik terbilang besar pengaruhnya untuk Kaltim. Akan tetapi,  orang nomor satu di Benua Etam itu tetap menganggap perkebunan sawit yang lebih baik.

Hal tersebut terus-terusan diungkap Awang setiap kali berpidato pada beberapa acara, saat berkunjung ke Sangatta, Kutim, pada Kamis (19/10) kemarin.

“Tambang batu bara cenderung lebih banyak eksploitasi alam. Sementara selama ini kontribusinya terhadap pembangunan Kutim masih kurang. Air dan listrik di Kutim belum terlayani dengan baik. Mereka tidak membantu benar benar untuk hal itu. Mereka lebih banyak membantu dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) saja,” ujar Awang, sebelum meresmikan Masjid Al Faruq.

Kontribusi pertambangan batu bara dalam menggerakkan ekonomi Kaltim rata-rata adalah 60 persen.  Pada belakangan ini turun menjadi 50 persen.

Dominasi batu bara diprediksi belum bisa tergantikan hingga beberapa tahun ke depan. Harganya, yang kini sekira 80 USD per metrik ton masih dalam kategori laik untuk digeluti para pengusaha. Masih mampu memberi multiplier effect perekonomian.

Awang menyatakan, pihaknya akan terus menggalakkan green ekonomi, yakni berbasis agroindustri. Kutim merupakan daerah yang luas. Terdapat banyak lahan perusahaan batu bara. Itu mesti dipersiapkan untuk menjadi ekonomi pasca tambang.

“Kaltim, termasuk Kutim, harus benar-benar mendukung gerakan ekonomi agroindustri. Ke depan, kita tak boleh lagi menjadikan batu bara sebagai dasar ekonomi daerah. Menurut saya, sawit lebih menguntungkan. Sebab, dampak yang diciptakan lebih banyak positifnya,” katanya. (dy)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button