Bontang

Rasio Elektrifikasi Bontang 100 Persen

BONTANG – Wali Kota Neni Moerniaeni mengatakan, Bontang sudah memenuhi rasio elektrifikasi. Tentunya, hal tersebut  sesuai dengan program pemerintah pusat di mana setiap wilayah harus mencapai 100 persen. Rasio elektrifikasi adalah tingkat perbandingan jumlah penduduk yang telah mendapat listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah atau negara.

“Bontang sudah 100 persen rasio elektrifikasinya,” kata Neni usai menghadiri rapat kerja terkait penyampaian tanggapan kepala daerah atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap nota keuangan dan Raperda APBD 2018, Selasa (7/11) lalu.

Bahkan lanjut Neni, dalam waktu dekat akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area kompleks PT Badak NGL. Nantinya, PLTS yang berbentuk panel tersebut berkekuatan 4 megawatt (MW).

Meski demikian, Neni belum bisa memastikan kapan groundbreaking akan dilaksanakan. Mengingat, proyek ini di bawah PT Pertamina.

“Groundbreaking dari Pertamina lah, kalau saya ingin secepatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Dasar Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP)  Syahrul mengatakan, proses izin yang sudah dilakukan pengurusan yakni izin prinsip. Menurutnya, pekan lalu sudah mendapat persetujuan Wali Kota Bontang. “Jumat (3/11) lalu sudah ditandatangani oleh wali kota,” kata Syahrul.

Sehubungan dengan izin lingkungan, saat ini sudah masuk berkasnya di DPMTK-PTSP. Akan tetapi, prosesnya nanti ditangani langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Setelah itu masuk IMB-nya. Lalu dapat dibangun,” tambahnya.

Ia berujar, PLTS nantinya akan digunakan untuk operasional kawasan industri itu sendiri. Mengingat kapasitas daya terlalu kecil apabila di-share kepada masyarakat.

“Itu untuk kawasan industri. Mungkin persiapan take over dari PT Badak NGL ke PT Pertamina kelak,” ujarnya.

Bontang Post mencoba menghubungi manajemen PT Badak NGL untuk meminta statement, namun perwakilan manajemen tidak dapat berkomentar dikarenakan rencana pengerjaan tersebut merupakan domain dari PT Pertamina.

“Silahkan ditanyakan ke PT Pertamina saja,” ungkap salah satu perwakilan manajemen PT Badak NGL.

Sebelumnya, penambahan pasokan listrik juga dilakukan melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang berlokasi di Kelurahan Gunung Telihan serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Graha Power. (*/ak)

 

 

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button