Bontang

Bangun Budaya Tertib Lalu Lintas di Bontang

BONTANG – Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Kaltim bekerja sama Sat Lantas Polres Bontang menggelar seminar lalu lintas di Ballroom Hotel Sintuk, Senin (27/11) kemarin. Seminar dalam rangka membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Taman itu menghadirkan 6 pembicara berkompeten di bidangnya.

Diantaranya, Kombes Pol Darto Juhartono selaku Kasubdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, Kombes Pol Subandriya selaku Dirlantas Polda Kaltim, Dr Kadarsyah sebagai pakar transportasi, Amri Muhammad sebagai instruktur safety riding, Sri Suhartiwi Sujana selaku psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Fajar Adi Haryanto sebagai motivator pendidikan.

Turut hadir dalam seminar ini Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono beserta jajaran Polres Bontang, Kutua MUI Bontang Imam Hambali, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Artahnan Saidi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Lurah dan Ketua RT se-Bontang, serta beberapa perwakilan masyarakat Bontang.

Dalam sambutannya, Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Subandriya mengatakan, tujuan dari dilaksanakannya seminar ini yaitu ingin menyaring aspirasi dari masyarakat Bontang terkait keselamatan dalam tertib berlalu lintas. Selain itu, juga diharapkan keterlibatan pemangku kepentingan yang merupakan elemen penting dalam pembuatan kebijakan, program dan proyek, guna menurunkan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

“Pengubahan perilaku juga dapat dicapai dengan strategi perencanaan tata guna lahan dan rancangan jalan. Tidak hanya dengan pendekatan ‘tradisional’ seperti penegakan peraturan dan pendidikan baik kepada masyarakat maupun pengendara kendaraan bermotor,” paparnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Artahnan mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Polres Bontang beserta jajarannya, juga Polda Kalimantan Timur yang telah menggagas seminar ini.

Kata dia, ini sangat penting dilaksanakan mengingat tingkat kepedulian untuk taat dalam berlalu lintas cenderung hampir menipis dan kurang. Dengan kondisi in, tanpa disadari akan merugikan pengemudi sendiri maupun orang lain. Seminar ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, di mana semakin banyaknya masyarakat yang tidak peduli dengan ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas.

“Masyarakat bukan tidak mengetahui tentang aturan berlalu lintas, hanya saja masih kurang menaati peraturan tersebut. Maka sangat penting menggelar seminar semacam ini,” ucapnya.

Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkai dengan penempelan stiker keselamatan di belakang beberapa truk, tanya jawab dan diskusi seputar lalu lintas, serta games-games menarik lainnya. (bbg/sos)

 

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button