Bontang

Komisi III Minta ada Jalur Alternatif 

KETUA Komisi III Rustam HS meminta Pemkot untuk membuat jalur alternatif sehubungan permasalahan yang dihadapi oleh RT 19 Gunung Elai. Pasalnya, saat ini warga hanya menggantungkan terhadap akses melalui komplek perumahan HOP.

“Saya rasa pemerintah harus membuat jalur lain menanggapi masalah ini,” kata Rustam.

Menurutnya, pemerintah daerah harus membuat Detail Engineering Design (DED) dalam waktu dekat. Kendati, perencanaan baru bisa dilakukan pada saat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2018. Nantinya, pelaksanaan pengerjaan fisik masuk APBD 2019 murni.

“Karena kalau APBD 2018 murni sudah tidak bisa lagi perencanaannya karena dikunci,” tambahnya.

Awalnya, Ketua RT 19 Dera Gervasius mengatakan, kawasan tersebut hanya mempunyai satu pintu. Namun, karena sebelum akses tersebut merupakan langganan banjir, maka saat hujan tidak bisa dilalui.

Melihat hal itu, timbul keinginan warga untuk membuka pintu kedua yang terletak di dekat rumah ketua RT. Pada mulanya, jalan itu hanya setapak, akan tetapi seiring berjalannya waktu maka ditambah lebarnya menjadi dua meter.

“Mulanya itu dibuka oleh karyawan PT Badak sendiri. Kami juga sudah izin ke yayasan waktu itu,” kata Dera.

Tak dirasa cukup maka warga kembali melakukan pelebaran menjadi empat meter. Hal itulah yang dipertanyakan oleh pihak yayasan.

Permasalahan ini telah mulai ada titik terang solusinya dengan cara pihak RT akan menulis surat terkait keberatan pembayaran mengingat lahan tersebut milik yayasan. (*/ak)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button