Advertorial

SHK Siap Bangun 900 Unit Rumah Bersubsidi

Dijamin Legal! Puluhan Orang Ikut Verifikasi Berkas

SANGATTA – Keberadaan PT Sindy Hutama Karya (SHK) di Sangatta, Kutai Timur (Kutim) bakal membawa angin kesejukan bagi masyarakat. Sebab, mereka bakal membangun ratusan rumah bersubsidi untuk masyarakat Sangatta.

Rencana itu sudah dapat dipastikan. Karena, Sabtu (7/1) kemarin, ada puluhan warga yang tertarik mengikuti kegiatan wawancara dan verifikasi berkas pengajuan kredit rumah rakyat yang bertempat di kantor PT SHK di Jalan AW Syahrani kawasan Bukit Pelangi Sangatta.

Investasi di bidang properti yang kini sedang dijalankan PT SHK ini akan dibangun di areal seluas ratusan hektar yang berlokasi di Kanal III, RT 32, Sangatta Utara dan bakal bernama Perumaham Griya Bukit Pelangi.Menariknya, lokasi pembangunan perubahan bersubsidi ini tepat berada di ring satu kantor Pemerintah Kutim.

Direktur Utama PT SHK H Supriyadi didampingi Manajer Area Suwandi menerangkan, pembangunan rumah subsidi yang merupakan salah satu program Pemerintah Pusat ini bekerjasama dengan Bank BTN Samarinda Rayon Bontang.

Pada kegiatan wawancara dengan masyarakat selaku nasabah yang mengajukan kredit rumah, sambungnya, bertujuan untuk memverifikasi langsung berkas yang sudah diajukan sebelumnya.

Dari verifikasi itulah Bank BTN menyatakan bahwa berkas bersangkutan, bisa ditindaklanjuti atau tidak. “Kami berencana membangun sebanyak 3.000 unit rumah bersubsidi di Sangatta. Cuma yang saat ini akan kami kelola ada 900 unit, ini untuk tahap pertama. Pembangunan selanjutnya, kami tunggu hasil evaluasi nantinya,” kata Supriyadi, kemarin.

Lebih lanjut, Suwandi menjelaskan, kurang lebih ada 65 orang yang telah mengajukan kredit. Bahkan mereka sudah melihat langsung lokasi perumahan yang nantinya mereka tempati. Tahap wawancara adalah tahap kedua sebelum rumah bersubsidi tersebut dibangun.

“Setelah wawancara ini dilakukan, nanti Bank BTN Bontang akan mengeluarkan Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K), baru kemudian akan dibangun rumah. Setelah 100 persen rumah dibangun, lengkap dengan fasilitasnya, nanti baru terjadi akad kredit dan resmilah nasabah itu menjadi pemilik rumahnya,” terangnya.

Nah, untuk bisa mendapatkan hunian di Griya Bukit Pelangi, sesuai FLPP dan aturan pemerintah adalah sebesar Rp 128 juta, dengan uang muka atau tanda jadi sebesar Rp 7 juta. Jangka angsuran antara 8 sampai 20 tahun. Angsurannya setiap bulan mulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 800 ribu.

“Sistem yang kami gunakan sesuai dengan SP3K yang dikeluarkan Bank BTN Bontang. Sehingga masyarakat tidak perlu hawatir kalau jika akan jadi korban penipuan, karena pembangunan perumahan ini dinaungi oleh Bank BTN sebagai salah satu bank yang ditunjuk pemerintah dalam program ini,” akunnya.

Ditambahkan, rumah tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 8×10 meter, dengan kontruksi bangunan beton, rangka baja ringan dan batu gunung. “Insyah Allah rumah yang kita bangun layak huni, dan memang terjamin bagi masyarakat,” tegas Suwandi.

Sementara itu, Kepala Bank BTN Rayon Bontang Teddy Hendarland mengatakan, bahwa kehadiran pihaknya di Sangatta dalam rangka menindaklanjuti kerjasama pembangunan rumah bersubsidi, dalam hal ini dengan PT SHK selaku developer pembangunan.

“Syarat dalam pengajuan kredit rumah ini, masyarakat atau nasabah harus menyerahkan data diri seperti foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), buku nikah, dari segi penghasilan selip gaji dan rekening Koran. Kemudian dari segi proyeknya, kita lihat dari sertifikat dan IMB-nya,” jelasnya.

 

Dikatakan, bahwa PT SHK sudah cukup berpengalaman di bidang investasi properti, khususnya di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dirinya mengharapkan, pembangunan yang akan dilakukan di Sangatta bisa sama baiknya seperti yang sudah ada di Banjarmasin, dan daerah lainnya.

Ditambahkan Teddy, syarat pengajuan rumah subsidi nasabah maksimal hanya memiliki pendapatan perbulan sebesar Rp 4 juta. “Nah, nanti yang menyesuaikan angsuran perbulannya berapa adalah PT SHK selaku developer dalam proyek ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal (BPTSPPMD) Kutim Darmawansyah didampingi stafnya Mastur mengaku, bila pihaknya memberikan dukungan bagi program pembangunan rumah bersubsidi yang dilakukan PT SHK di Sangatta.

“Sepanjang program pembangunan tersebut untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kutim, tentu kami memberikan dukungan. Dan saya kira, apa yang dicanangkan tersebut dapat menjadi projek yang baik bagi investasi properti di Kutim,” sebutnya. (drh/kor)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button