Bontang

Jelang Pemilu, Targetkan Perekaman Selesai

BONTANG – Jelang pesta demokrasi, masih banyak masyarakat Bontang yang belum memiliki KTP elektronik atau KTP-el. Padahal, salah satu syarat sebagai pemilih yakni harus sudah memiliki KTP-el. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang mengharapkan, partai politik mengingatkan kader atau masyarakat jika masih ada yang belum melakukan perekaman.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Disdukcapil Bontang, Eka Dedy Anshariddin mengatakan, memang dalam peraturan KPU mengharuskan Daftar Pemilih Tetap (DPT) memiliki KTP-el. Tetapi pihaknya yakin maksud dari peraturan itu baik. Pasalnya, dengan memiliki KTP-el, kemungkinan kegandaan identitasnya akan sangat kecil. Karena KTP-el yang dicetak berarti sudah tidak ada data yang ganda.

“Di Pilgub 2018 salah satu syaratnya sudah melakukan perekaman dan memiliki KTP-el,” jelas Eka saat ditemui di ruangannya belum lama ini.

Namun demikian, tetap saja jumlah masyarakat yang sudah wajib KTP masih banyak yang belum melakukan perekaman. Sehingga, Eka mengaku sudah melakukan berbagai inovasi agar target perekaman bisa cepat selesai.

“Kami ke sekolah-sekolah tingkat SMA, salah satu sasarannya para siswa yang beranjak ke usia 17 tahun atau saat Pilgub mendatang tepat 17 tahun, sehingga perekaman dilakukan lebih cepat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Eka juga sudah melakukan upaya lain dengan cara mengimbau melalui kecamatan dan kelurahan, agar para warganya segera melakukan perekaman. Jika memang ternyata ada warga yang merasa sudah melakukan perekaman, tetapi belum mendapat KTP-el, maka Eka juga mengimbau agar warga tersebut menanyakan status perekamannya di kecamatan.

Pasalnya, dalam perekaman ini terdapat 2 status. Diantaranya Print Ready Record (PRR) alias KTP yang sudah siap cetak serta Sent for Enrowment (SFE) yakni data yang bersangkutan masih dalam proses pengiriman ke pusat dan belum dicek kegandaan.

“Jadi data PRR itu dari pusat, kami kalau belum ada status PRR tidak bisa juga mencetaknya. Nah saat ini kendalanya karena jaringan yang digunakan untuk mengirim data perekaman sering gangguan dan memang di pusat sedang ada perbaikan,” beber dia.

Oleh karenanya, Eka meminta parpol bisa berperan membantu mengingatkan mereka yang belum perekaman.

Terpisah, Ketua KPU Bontang, Suardi membenarkan jika masyarakat belum memiliki KTP-el atau belum terdaftar dalam DPT maka tak bisa memilih. Aturan itu tertuang dalam PKPU nomor 7 tahun 2017.

“Karena syarat memilih itu sudah terdaftar dalam DPT, kalau tidak   bisa menunjukkan KTP-el atau surat keterangan (suket, Red),” pungkasnya.(mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button