Bontang

Enam Tersangka Penggelapan Pupuk Diamankan

BONTANG – Sebanyak 6 orang tersangka yang terlibat kasus penggelapan pupuk di wilayah Muara Badak berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Muara Badak dan Jatanras Polda Kaltim. Keenamnya, petugas yang berbeda namun bekerjasama untuk menggelapkan pupuk yang kemudian dijual dengan cara eceran.

Kapolres Bontang, AKBP Dedi Agustono melalui Kasat Reskrim Iptu Rihard Nixon mengatakan, pihaknya telah melakukan pengungkapan perkara penggelapan pupuk di Gudang Penyimpanan Pupuk PT TSB Jalan Perkebunan RT 10 Desa Saliki Kecamatan Muara Badak Kutai Kartanegara. Penggelapan tersebut diketahui sejak Rabu (3/1) lalu sekira pukul 08.00 Wita. Enam orang tersangka pun diantaranya AI, A, RH, YN, JS dan S.

“Jadi laporan dilakukan karena adanya penagihan ekspedisi ke kepala gudang penyimpanan pupuk pada Rabu (3/1) lalu,” jelas Rihard, Minggu (21/1) kemarin.

Dijelaskan dia, kronologis berawal saat kepala gudang penyimpanan pupuk PT TSB berinisial D mendapatkan BA penagihan dari pihak ekspedisi CV Duta Sarana. D sendiri sudah mengetahui bahwa CV Duta Sarana yang sudah beberapa kali melakukan pengiriman pupuk ke PT TSB ada kekurangan pupuk sebanyak 8 sak. Namun, pihak CV Duta Sarana tetap melakukan penagihan pupuk senilai 169.000 kilogram.

“Dari situ, D pun melakukan kroscek terhadap data berupa Surat Pengadaan Barang (SPB), tiket timbang, dan buku penerimaan pupuk di gudang PT TSB, termasuk melakukan cek fisik terhadap pupuk yang dikirim,” ungkapnya.

Saat kroscek dilakukan, Kepala Gudang D yang didampingi managemen CV Duta Sarana menemukan bahwa total jumlah keseluruhan pupuk yang ada di gudang dari pengiriman CV Duta Sarana hanya sebanyak 159.750 kilogram.

“Dengan demikian, maka terdapat selisih jumlah pupuk sebanyak 8.250 kilogram,” terang dia.

Dari total 4 SPB, lanjut Rihard, terdapat 1 SPB sebanyak 7.250 kilogram yang sesuai dengan BA Penagihan tidak masuk, atau tidak pernah diterima oleh PT. TSB serta adanya 12 karung pupuk yang juga tidak masuk dalam gudang PT TSB.

Kejadian tersebut berlangsung pada periode pengiriman tanggal 17 November hingga 30 Desember 2017. Akhirnya, pemeriksaan pun dilakukan terhadap cheker gudang berinisial A yang mengakui bahwa dirinya telah bekerjasama dengan beberapa sopir ekspedisi CV Duta Sarana yang berinisial R, YN, UD, serta dibantu buruh bongkar PT TSB yakni AI, S dan JS untuk melakukan penggelapan pupuk di Gudang Pupuk PT TSB.

“Atas kejadian tersebut, PT TSB pun melaporkan penggelapan tersebut ke kami, karena mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta, dan kami amankan tersangkanya pada tanggal 16 Januari, kecuali tersangka S yang ditangkap pada tanggal 18 Januari lalu. Untuk kasusnya saat ini masih dalam tahapan pengembangan dan penyidikan,” pungkasnya.(mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Baca Juga

Close
Back to top button