Bontang

Pembentukan Pansus Stitek Tertunda 

BONTANG – Wacana pembentukan panitia khusus (pansus) Sekolah Tinggi Teknik (Stitek) Bontang masih menunggu pertemuan antara pihak yayasan, mahasiswa, dengan gabungan Komisi DPRD. Rencananya, rapat kerja itu akan berlangsung pada 29 Januari nanti.

Ketua Komisi I DPRD Agus Haris mengatakan, perlunya duduk bersama guna menyelesaikan masalah ini. Ia menegaskan bila lahir pansus, tidak serta-merta mengarah pada sisi yang negatif saja, tetapi bisa juga melahirkan yang positif guna kemajuan Stitek itu sendiri. Oleh karena itu perlu keterangan perihal sengkarut di Stitek ini dari kedua sumber yakni yayasan dan mahasiswa.

“Tergantung bagaimana rekomendasi setelah diskusi dengan mereka (yayasan dan mahasiswa, Red.),” ungkap Agus Haris.

Dalam rapat kerja nantinya komisi gabungan akan melihat dari beberapa aspek. Komisi I menyorot terkait pelaksanaan kegiatan perkuliahan, komisi II mengarah pada aspek finansial, sementara komisi III menekankan pada struktur bangunan.

Politikus Gerindra ini memandang posisi pemkot tidak berada dalam kelembagaan tersebut. Mengingat wujud Yayasan Pendidikan Bessai Berinta (YPBB) ialah swasta maka yang memiliki ialah perorangan.

Sehubungan dengan wacana penambahan dewan pembina yayasan yang telah digaungkan oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Agus Haris menilai itu sah saja dilakukan. Penambahan itu bisa dilaksanakan apabila terdapat penambahan jumlah mahasiswa.

“Saya kira itu menyesuaikan saja kalau mahasiswa tambah banyak dari tahun ke tahun. Struktur di yayasan itu menyesuaikan, bisa ditambah sesuai bidang yang diperlukan,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Fraksi NasDem, Bilher Hutahaean menyikapi getolnya pembentukan pansus yang berasal dari fraksinya bersumber dari kronologis pada saat pendirian. Awalnya, Stitek dibangun atas nama Pemkot Bontang namun lambat laun berganti menjadi perorangan.

“Jadi dengan alibi seperti itulah NasDem bisa mewacanakan menjadi Pansus karena ada pertukaran yayasan tanpa melibatkan seluruh stakeholder yang terlibat sebelumnya,” kata Bilher.

Menurutnya, dari hasil pertemuan itu nantinya ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Diantaranya, pembentukan pansus tetap bergulir, pansus tidak terbentuk tetapi yayasan dituntut perbaikan beberapa hal, atau Stitek dikembalikan kepada Pemkot Bontang.

Termasuk dalam rapat tersebut akan menggali seputar dana hibah yang telah dipakai oleh pihak yayasan. Tak menutup kemungkinan bila terdapat penyelewengan dana maka proses hukum akan bergulir.

“Bisa saja nanti karena ini secara menyeluruh nanti dibicarakan dalam rapat kerja itu bukan hanya secara parsial menyangkut masalah pergantian yayasan. Bisa berkembang kearah keuangan,” pungkasnya. (*/ak)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button