Breaking News

Banyak Suspek TB Sembunyikan Penyakit 

SANGATTA – Kader Kesehatan Kutai Timur memiliki tanggung jawab untuk menekan angka penyakit. Salah satunya penyakit Tuberculosis (TB). Kader Pengawas Menelan Obat (PMO) TB, yang dibina oleh Persatuan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Kutim. Dan diketuai oleh istri wakil bupati, Tirah Satriani. Banyak program yang dilaksanakan, salah satunya penyuluhan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Kader PMO Sangatta Selatan Jusmiati, kegiatan penyuluhan yang mereka lakukan rutin paling minim sebulan sekali. Dirinya mengungkapkan pentingnya mengetahui penyakit TB atau biasa dikenal TBC.

“Kami selalu lakukan penyuluhan. Baik di posyandu, pengajian, atau di rumah-rumah warga. Hal tersebut bertujuan untuk menjelaskan pada masyarakat tentang apa itu TB, penyebabnya, pengobatannya, dan hal lainnya,” ujarnya.

Menurutnya tugas PMO tidak hanya menyuluh, melainkan mencari suspek TB. Dan mendampingi penderita untuk meminum obatnya setiap hari.

“Kami mencari suspek TB. Jika sudah ketemu membawanya periksa ke layanan kesehatan. Lalu kader mengawasi penderita untuk meminum obatnya pagi dan sore. Jadi setiap hari kami mendatangi rumah-rumah penderita,” paparnya.

Bagi Jusmiati, pekerjaan tersebut dilakukannya sejak beberapa tahun silam. Beberapa kendala kerap dialaminya. Salah satu permasalahan yang berat perihal warga yang dicurigai berpotensi terkena TB tapi menolak diperiksa.

“Saya sudah bertahun-tahun menggeluti kegiatan menjadi kader. Namun masih ada saja warga yang menyembunyikan penyakitnya. Padahal kami hanya ingin membantu mereka sembuh. Di satu sisi kami menginginkan Kutim terbebas dari penyakit mengerikan tersebut,” ungkapnya.

Dirinya mengingatkan jika ada warga yang memiliki ciri-ciri seperti batuk berdahak bercampur darah lebih dari dua minggu, nafsu makan menurun, berkeringat malam hari tanpa aktivitas, nyeri dada dan sesak nafas. Diharapkan melaporkan pada PMO. Jika tidak bertemu dengan kader, suspek maupun keluarganya dapat melapor ke puskesmas.

“Untuk semua warga yang mengetahui dirinya atau orang disekitarnya terlihat mengalami ciri-ciri tersebut, dapat melaporkan kepada kami maupun puskesmas. Nanti kami akan membantu untuk mengawasi pengobatan,” tutupnya. (*/la)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button