Bontang

Produksi Cabai Bontang di 2016 Turun Drastis 

2016, Hasil Tanam Cabai Rawit Lebih Tinggi Daripada Cabai Besar

BONTANG – Tahun 2016 lalu, jumlah produksi komoditas cabai rawit atau cabai kecil di Bontang masih lebih besar daripada produksi cabai besar. Hal ini berdasarkan rilis data Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP).

Dalam setahun, produksi cabai besar sebanyak 376 kuintal atau 37,6 Ton. Sedangkan produksi cabai rawit (cabai kecil) mencapai 418 kuintal atau setara dengan 41,8 Ton.

Dinas yang sebelumnya bernama Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pertanian itu membagi hasil produksinya menjadi tiga bagian, sesuai dengan jumlah kecamatan. Jika dilihat dari kedua jenis cabai, wilayah Bontang Selatan menempati produksi tertinggi, disusul Bontang Barat dan Bontang Utara.

Kasi Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Debora Kristiani menerangkan, produksi ini dihasilkan dari tujuh kelompok tani cabai di tiga kecamatan tersebut. Diantaranya Kelompok Tani Sukses Bersama, Kelompok Tani KWT Bontang Kuala, Kelompok Tani Sumber Usaha, Kelompok Tani Mario Santana, Kelompok Tani Sejahtera, Kelompok Tani Tepat Guna, dan Kelompok Tani Putri Satu.

“Kalau untuk seluruh kelompok tani di Bontang, totalnya ada 43. Namun yang fokus pembibitan cabai hanya tujuh kelompok saja,” ujar Debora kepada Bontang Post Jumat (13/1) kemarin.

Jika dibandingkan dua tahun sebelumnya, produksi kedua komoditi ini mengalami penurunan cukup drastis. Di tahun 2014, produksi cabe besar mencapai 57 ton, dan di 2015 naik menjadi 81 ton. Sedangkan cabe rawit, di tahun 2014 mencapai 59 ton, ditahun berikutnya naik 70 ton.

Debora mengaku, turunnya produksi  di 2016 lalu bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya cuaca yang buruk, terserang hama, hingga kualitas bibit yang memang jelek. Akibat dari turunnya produksi ini, ikut berdampak pula pada harga cabai yang ada di pasar.

“Apalagi jika ditambah pasokan dari luar kota yang juga sedikit. Tentu akan sangat berdampak pada harga cabai di pasar,” terangnya.

Kedepan kata Debora, pihaknya kan terus memaksimalkan pembinaan kepada kelompok tani yang ada, sehingga dapat membantu menaikkan kembali produksi komoditi cabai ini.

“Kami dalam melakukan pembinaan, hanya mengharap dana bantuan dari provinsi dan pusat saja. Karena kalau untuk dana dari APBD kami tidak ada dana,” tandasnya. (bbg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button