Advertorial

Basri Rase Lantik Satgas Narkoba

BONTANG – Memerangi peredaran narkotika dan obat berbahaya (narkoba) di Kota Bontang. Rabu (28/2), Badan Narkotika Kota (BNK) Bontang dipimpin langsung Kepala BNK Bontang Basri Rase, melakukan sosialisasi penyuluhan bahaya narkoba serta pengukuhan sembilan satuan tugas (satgas) narkoba di Pengadilan Agama Bontang.

Pada kesempatan itu juga, para hakim dan seluruh karyawan/karyawati Pengadilan Agama Bontang melakukan tes narkoba. Hal ini sebagai upaya tegas melawan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) di lingkungan Pengadilan Agama Bontang.

Dalam paparannya, Basri Rase menerangkan materi terkait “Bersama Melawan Penyalahgunaan Narkoba”. Seperti potret permasalahan narkoba di Indonesia dapat terjadi melalui kejahatan lintas negera (transnational crime), kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), kejahatan serius (serious crime), dan kejahatan terorganisir (organized crime).

Masalah utama narkoba merajalela di Indonesia karena geografis yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Demografis sangat besar (260 juta jiwa) menjadi pasar potensial peredaran gelap narkoba.

Dilanjutkan dengan foto bersama dengan sembilan Satgas Narkoba yang baru saja dikukuhkan.(RERA ANNORISTA/BONTANG POST)

“Peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa, remaja, bahkan merambah ke anak-anak. Malalui makanan ringan (permen dan lainnya) dengan harga murah namun berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak,” papar Basri.

Pemasalahan lain, minimnya fasilitas dan aksestabilitas layanan rehabilitasi pecandu narkoba. Sistem penegakan hukum yang belum mampu memberikan efek jera kepada penjahat narkoba, hingga modus operandi dan variasi jenis narkoba yang terus berkembang.

“Bahkan, stigma terhadap penyalahgunaan narkotika membuat pecandu takut melaporkan diri. Saya menjamin pengguna maupun pecandu yang melapor secara sukarela, tidak akan dituntut secara pidana. Dapat langsung ke BNK atau mendatangi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) seperti, klinik, puskesmas, rumah sakit, rumah sakit jiwa, dan panti rehabilitasi,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Bontang Abdul Kholiq mengaminkan bahaya narkoba bagi kesehatan manusia. Ia mengimbau jajarannya untuk menjauhi bahkan memberantas pengedaran narkoba di sekitar kita.

“Terima kasih kepada BNK Bontang atas kerja sama semacam ini. Semoga dapat terus terjalin baik untuk memerangi narkoba di Kota Bontang,” tutupnya. (ra/adv)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button